
PELALAWAN,INDOVIZKA.COM-Kecelakaan lalu lintas tunggal kembali terjadi di Jalan Koridor PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Insiden tragis yang terjadi pada Senin (12/1/2026) tersebut merenggut dua nyawa sekaligus.Satu unit mobil minibus Toyota Rush BM 1466 CM yang dikemudikan BAF (34) dengan membawa penumpang TEY(44) terjun ke dalam kanal dan tenggelam. Kedua korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Korban BAF merupakan karyawan swasta yang berdomisili di Dusun Sukamaju, Desa Rawang Sari, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan. Sementara penumpang, (TEY) diketahui sebagai karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) BPR Dana Amanah dan berdomisili di Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Keduanya diketahui merupakan rekan kerja.
Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Rizkyan Tatit Hanafi, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika kendaraan bergerak dari arah Pangkalan Kerinci menuju Langgam melintasi Jalan Koridor RAPP yang kondisi jalannya masih dikeraskan dengan tanah dan batu.
“Setibanya di KM 10 Desa Rantau Baru, kendaraan yang dikemudikan korban diduga melaju dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, pengemudi kehilangan kendali, mobil bergerak ke kanan jalan, menabrak pembatas tanah di pinggir jalan, lalu masuk ke dalam kanal yang berada di sisi kanan jalan,” terang AKP Rizkyan Tatit Hanafi.
Mobil berwarna silver tersebut kemudian tenggelam ke dalam kanal. Diduga kuat, pengemudi dan penumpang sempat berusaha keluar dari dalam kendaraan. Namun karena posisi mobil sudah terendam air dan korban terjebak di dalam kabin, upaya penyelamatan diri tidak berhasil.
“Kedua korban masih berada di dalam kendaraan saat mobil tenggelam. Diduga korban berusaha keluar, namun tidak bisa menyelamatkan diri sehingga meninggal dunia di lokasi kejadian,” tambahnya.
Setelah menerima laporan, personel Satlantas Polres Pelalawan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengamankan area, serta mengevakuasi korban. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit mengingat posisi kendaraan berada di dalam kanal.
Dengan bantuan alat berat, mobil Toyota Rush tersebut akhirnya berhasil diangkat dan dikeluarkan dari dalam kanal. Selanjutnya, petugas juga melakukan pemeriksaan awal terhadap kendaraan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil analisa sementara kepolisian, kecelakaan tersebut diduga kuat disebabkan oleh faktor manusia (human error). Pengemudi diduga kurang berhati-hati dan melaju dengan kecepatan tinggi di jalan non-aspal.
Sementara dari faktor jalan, kondisi jalur di lokasi kejadian diketahui lurus, datar, dan cukup lebar, dengan permukaan jalan berupa tanah dan batu. Cuaca saat kejadian cerah, arus lalu lintas sepi, serta lokasi jauh dari permukiman warga. Dari faktor kendaraan, mobil Toyota Rush yang digunakan korban dinyatakan dalam kondisi layak jalan. Tidak ditemukan adanya unsur force majeure dalam kejadian tersebut.
Akibat kecelakaan ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp20 juta. Kejadian tersebut menambah daftar kecelakaan fatal di Jalan Koridor RAPP yang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi, terutama bagi pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi di jalur non-aspal.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan, serta menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi jalan demi menghindari kecelakaan serupa di kemudian hari.