Mal Dan Gerai Oleh-oleh Jangan Persulit Produk UMKM

Jumat, 27 Februari 2026

Sekretaris Komisi II DPRD Riau, Androy Ade Rianda

PEKANBARU, INDOVIZKA.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau meminta pengelola mal dan gerai oleh-oleh di Riau untuk tidak mempersulit pemasaran produk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai kabupaten/kota . Dewan menilai, kemudahan akses pasar menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sekretaris Komisi II DPRD Riau, Androy Ade Rianda menyampaikan masih terdapat keluhan dari pelaku UMKM terkait persyaratan kerja sama, biaya listing, hingga sistem konsinyasi yang dinilai memberatkan. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat produk lokal bersaing di pasar modern. 

“Kita ingin produk UMKM Riau menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai pelaku usaha kecil justru kesulitan masuk ke mal atau gerai oleh-oleh di daerahnya,” ujarnya di Pekanbaru, Kamis (26/2/2026)

Ia menegaskan bahwa keberadaan pusat oleh-oleh seharusnya menjadi tempat produk khas Riau secara menyeluruh, bukan hanya didominasi oleh satu daerah tertentu.

Terkait pengelola mal, Androy menyampaikan permintaan agar pihak manajemen menyediakan tempat khusus bagi Disperindag untuk memajang dan menjual produk UMKM binaan. 

Ia mengkritik kecenderungan mal yang lebih banyak memberikan ruang bagi produk internasional dan barang-barang mewah, sementara produk lokal justru terpinggirkan.

"Jangan hanya produk internasional dan barang-barang mewah yang diberikan tempat. Produk lokal kita juga harus punya panggung di kotanya sendiri," tegasnya.

Selain soal UMKM, Komisi II juga menyoroti fasilitas umum di dalam mal, khususnya terkait kawasan merokok. Pihaknya meminta setiap mal menyediakan tempat khusus merokok, mengingat pengunjung mal juga banyak dari kalangan anak-anak. (Fd)