Karhutla Masih Mengganas di Pelalawan, Hotspot Capai 48 Titik, BPBD Ajukan OMC ke BNPB

Senin, 23 Maret 2026

PELALAWAN,INDOVIZKA.COM— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan belum menunjukkan tanda-tanda mereda hingga hari ketiga Idulfitri 1447 Hijriah, Senin (23/3/2026). Sejumlah titik api masih aktif, terutama di Desa Merbau, Kecamatan Bunut dan Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti.

Di Desa Merbau, kebakaran yang terjadi di lahan milik Koperasi Riau Tani Berkah Sejahtera (RTBS) telah berlangsung lebih dari dua pekan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 40 hektare. Meski dalam suasana libur Lebaran, tim gabungan tetap melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Pulau Muda. Api masih membara di lahan masyarakat, khususnya di kawasan Parit Sri Mawar hingga Parit Bugis. Tim gabungan dari unsur pemerintah, masyarakat, dan perusahaan terus berupaya menekan penyebaran api yang dilaporkan semakin meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan, Zulfan M.Si, mengatakan hingga saat ini api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Ia menyebutkan tingginya hotspot menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengendalian karhutla.

“Pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan. Titik api belum padam seluruhnya, ditambah lagi hotspot masih tinggi sejak sebelum Lebaran,” ujarnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPBD Pelalawan telah mengajukan permohonan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas arahan Bupati Pelalawan, H. Zukri. Permohonan itu diajukan sebelum libur Lebaran guna mempercepat turunnya hujan di wilayah terdampak.

Namun hingga kini, pihaknya mengaku belum menerima tanggapan dari BNPB maupun informasi lanjutan dari BPBD Provinsi Riau.

“Harapan kita OMC bisa segera dilaksanakan, karena metode ini terbukti efektif membantu pemadaman karhutla,” jelas Zulfan.

Ia menambahkan, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa hujan hasil OMC mampu memadamkan api secara signifikan, seperti yang terjadi di wilayah Kuala Kampar dan Teluk Meranti beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data terkini, jumlah hotspot di Kabupaten Pelalawan mencapai 48 titik yang tersebar di tiga kecamatan. Teluk Meranti menjadi wilayah dengan titik terbanyak yakni 24 titik, disusul Kuala Kampar 21 titik, dan Pangkalan Kerinci sebanyak 3 titik.

Sementara itu, pada Minggu (22/3/2026) atau hari kedua Idulfitri, tim gabungan kembali melakukan pemadaman di Desa Pulau Muda. Upaya ini dilakukan menyusul laporan meluasnya kebakaran di kawasan Parit Sri Mawar dan Parit Bugis yang sulit dikendalikan.