Niat Ingin Sembuhkan Kesurupan, Bocah 11 Tahun di Rohul Tewas dalam Ritual Mistis ART

Jumat, 15 Mei 2026

Niat Ingin Sembuhkan Kesurupan, Bocah 11 Tahun di Rohul Tewas dalam Ritual Mistis ART Jumat, 15/05/2026

ROHUL, INDOVIZKA.COM- Fenomena kepercayaan terhadap pengobatan non-medis kembali menelan korban jiwa. Kali ini, nasib tragis menimpa Amira Azzahra, seorang bocah perempuan berusia 11 tahun asal Dusun Kelampaian, Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Amira mengembuskan napas terakhirnya bukan karena penyakit yang dideritanya, melainkan akibat metode penyembuhan mistis tak lazim yang berujung pada tindakan kekerasan fisik ekstrem.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Rabu (13/5/2026) lalu di kediaman korban. Ironisnya, terduga pelaku merupakan seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial DRE, yang meyakinkan pihak keluarga bahwa dirinya mampu mengusir roh halus yang dianggap menjadi penyebab sakitnya korban.

Kejadian bermula saat korban mengalami penurunan kondisi kesehatan yang oleh lingkungan sekitar dicurigai sebagai gejala kerasukan.

Mengetahui hal tersebut, DRE menawarkan diri untuk melakukan ritual penyembuhan.

Namun, alih-alih memberikan ketenangan, proses intervensi mistis tersebut justru berubah menjadi aksi penganiayaan yang mengerikan.

DRE dilaporkan memukul tubuh bocah malang tersebut dengan tangan kosong. Tidak sampai di situ, tindakan pelaku semakin tidak rasional dengan memasukkan paksa berbagai benda asing, seperti gumpalan rambut, ikat rambut, hingga potongan kertas, ke dalam mulut korban yang terus meronta.

Sepanjang proses tersebut, korban sempat merintih kesakitan dan berulang kali meminta pertolongan. Jeritan Amira sebenarnya terdengar oleh pihak keluarga dan tetangga sekitar yang kemudian berusaha masuk untuk memisahkan korban dari dekapan pelaku.

Nahas, upaya penyelamatan awal tersebut mendapat perlawanan sengit dari DRE yang nekat melempar warga menggunakan asbak

Mendekati waktu petang, warga yang tidak tahan mendengar rintihan korban akhirnya memberanikan diri untuk mendobrak masuk secara paksa.

Saat pelaku berhasil diamankan, kondisi Amira sudah dalam keadaan kritis dan tidak sadarkan diri.

Pihak keluarga segera memanggil bidan desa setempat untuk memberikan pertolongan medis darurat. Namun, takdir berkata lain.

Petugas kesehatan yang tiba di lokasi memastikan bahwa detak jantung bocah 11 tahun tersebut sudah terhenti sebelum sempat dievakuasi ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

Hasil visum yang dilakukan pada Kamis (14/5/2026) memperkuat adanya indikasi kekerasan fisik yang berat.

Selain luka memar di beberapa titik bagian kepala, tim medis menemukan sumbatan fatal di jalur pernapasan korban.

Juga ditemukan sejumlah benda asing berupa rambut, ikat rambut, serta potongan kertas di dalam mulut korban saat dilakukan visum.

Benda-benda inilah yang diduga kuat menyumbat saluran pernapasan hingga menyebabkan korban mati lemas.

Kapolres Rohul, AKBP Emil Eka Putra melalui Kapolsek Kunto Darussalam AKP Joko Frasanta membenarkan, terduga pelaku DRE saat ini telah ditangkap dan tengah menjalani proses penyidikan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Sudah kita amankan. Ini jadinya penganiayaan sampai menghilangkan nyawa," tegas AKP Joko Frasanta.