Dikira Harimau, Jejak Satwa Liar yang Hebohkan Warga Siak Ternyata Milik Hewan ini

Sabtu, 15 Agustus 2026

Tapir Sumatera muncul di Siak.(foto: int)

PEKANBARU, INDOVIZKA.COM- Kekhawatiran warga Kampung Langkai, Kabupaten Siak, setelah menemukan jejak satwa liar di sekitar rumah dan kebun akhirnya mendapat kepastian.

Hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menunjukkan jejak tersebut diduga berasal dari seekor tapir, bukan harimau sumatera seperti yang sempat dikhawatirkan masyarakat.

Tim BBKSDA Riau melalui Resor Siak melakukan verifikasi di sejumlah titik bersama pemerintah kampung dan warga setempat.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jenis satwa yang melintasi kawasan permukiman sekaligus mencegah munculnya kepanikan di tengah masyarakat.

Jejak pertama ditemukan di depan rumah seorang warga bernama Samiah. Bekas pijakan satwa juga terlihat di area kebun yang berada di samping rumah tersebut.

Penelusuran kemudian dilanjutkan ke kawasan perkebunan di belakang Pos Bhabinkamtibmas. Di lokasi itu, petugas kembali menemukan jejak berukuran sekitar 20 sentimeter.

Jejak serupa juga terlihat di jalan tanah merah yang berada tidak jauh dari areal perkebunan masyarakat.

Plh Kepala BBKSDA Riau, Ujang Holisudin mengatakan, identifikasi lapangan dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang khawatir dengan keberadaan satwa liar di sekitar permukiman.

"Dari hasil identifikasi sementara di lapangan, jejak yang ditemukan diduga merupakan jejak tapir. Bukan jejak harimau sumatera," kata Ujang Holisudin, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, lokasi ditemukannya jejak berada di kawasan perkebunan masyarakat yang termasuk Areal Penggunaan Lain (APL).

Sementara kawasan hutan produksi terdekat berjarak sekitar enam kilometer dari titik penemuan jejak.

BBKSDA Riau menilai kemunculan tapir di kawasan tersebut perlu disikapi secara bijak. Masyarakat diminta tidak panik maupun melakukan tindakan yang berpotensi membahayakan satwa liar.

"Tapir merupakan satwa liar yang dilindungi. Masyarakat kami imbau untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa. Jika kembali ditemukan satwa atau jejaknya, segera laporkan kepada petugas," ujar Ujang.

Selain mengimbau warga untuk tetap tenang, BBKSDA Riau juga mengingatkan agar masyarakat tidak mendekati, mengejar, menangkap, maupun melukai satwa liar yang memasuki kawasan permukiman.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi konflik antara manusia dan satwa sekaligus menjaga kelestarian satwa dilindungi di Provinsi Riau.