
PELALAWAN,INDOVIZKA.COM– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan gambut di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, mulai mengarah pada pengelolaan dan kepemilikan lahan yang menjadi titik awal munculnya api.
Lahan yang terbakar disebut-sebut merupakan kebun kelapa sawit milik seorang pengusaha yang dikenal dengan nama panggilan Akun. Informasi tersebut berkembang di tengah masyarakat dan juga disebutkan oleh sejumlah pihak yang berada di lokasi saat proses pemadaman berlangsung.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut sebagai pemilik lahan terkait status kepemilikan maupun aktivitas pengelolaan kebun tersebut.
Camat Pangkalan Kerinci Junaidi mengatakan, informasi mengenai pemilik kebun tersebut diperolehnya dari keterangan yang berkembang di lapangan.
"Kabarnya kebun ini punya orang Cina, namanya Akun. Info yang lain dari desa, katanya dikontrakan kebun sawitnya," ujar Junaidi, Senin (24/8/2026).
Informasi serupa juga disampaikan sejumlah warga yang ikut membantu proses pemadaman. Bahkan, nama Akun disebut-sebut oleh sejumlah petugas yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Meski demikian, informasi tersebut masih sebatas keterangan awal. Kepastian mengenai siapa pemilik sah lahan, siapa pengelola kebun, serta pihak yang bertanggung jawab terhadap kondisi lahan saat kebakaran terjadi masih menjadi bagian yang perlu didalami.
Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton mengatakan, sejak mendapat informasi kebakaran, pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi. Tim bergerak menuju kawasan tersebut melalui Jalan Koridor RAPP Kilometer 12 sejak Minggu (23/8/2026) siang.
Tidak hanya membantu proses pemadaman, polisi juga membawa Tim Reskrim untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait titik awal kebakaran.
"Selain itu memadamkan, kita bawa juga Tim Reskrim ke lokasi untuk pulbaket penyelidikannya," kata Shilton.
Dari hasil penelusuran awal di lokasi, polisi menemukan tiga orang yang disebut sebagai penjaga kebun. Ketiganya berada di sekitar kawasan saat petugas melakukan pemadaman.
Ketiga penjaga tersebut kemudian dimintai keterangan mengenai kondisi kebun, aktivitas sebelum kebakaran, serta informasi terkait titik api pertama kali muncul.
"Ada tiga orang yang kita amankan sementara, untuk proses klarifikasi dan pemeriksaan. Kita bawa langsung dari TKP ke Mapolsek," jelasnya.
Polisi belum menyatakan ketiga orang tersebut sebagai tersangka. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap fakta awal dan mencari tahu apakah ada unsur kelalaian maupun faktor lain yang menyebabkan kebakaran.
Nama Pemilik Lahan Jadi Sorotan
Peristiwa Karhutla di Rantau Baru ini menjadi sorotan karena titik api disebut pertama kali muncul di kawasan kebun sawit yang selama ini disebut-sebut dikelola oleh pihak tertentu.
Informasi mengenai kebun tersebut juga menjadi perhatian Bupati Pelalawan H Zukri yang turun langsung ke lokasi memimpin operasi pemadaman.
Bupati Zukri didampingi Wakapolres Pelalawan Kompol Asep Rahmat dan Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton. Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk mengatasi kebakaran yang terus meluas.
Dari titik awal kebakaran, api kemudian merambat ke areal lainnya dan diperkirakan telah menghanguskan sekitar 20 hektare lahan.
Petugas gabungan menghadapi kondisi sulit karena sebagian besar lahan merupakan kawasan gambut. Selain melakukan pemadaman api di permukaan, petugas juga harus melakukan pendinginan secara terus-menerus guna mencegah api kembali muncul dari dalam tanah.
Hingga Senin sore, proses pemadaman masih berlangsung. Sejumlah titik api dan kepulan asap masih terlihat di kawasan tersebut.
Sementara itu, terkait dugaan kepemilikan kebun oleh pengusaha yang disebut bernama Akun, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman. Polisi perlu memastikan status lahan, pihak yang menguasai atau mengelola kebun, serta aktivitas yang berlangsung sebelum kebakaran.
Jika dalam penyelidikan ditemukan unsur pidana, kepolisian akan menentukan pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hasil penyidikan.
Untuk sementara, tiga penjaga kebun masih menjalani proses pemeriksaan di Mapolsek Pangkalan Kerinci sebagai bagian dari upaya polisi mengungkap penyebab Karhutla tersebut.