Hari Keempat Karhutla Rantau Baru, Petugas Fokus Pendinginan dan Penyekatan Api

Rabu, 26 Agustus 2026

PELALAWAN,INDOVIZKA.COM–Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, memasuki hari keempat, Rabu (26/8/2026). Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang hingga siang hari masih mengeluarkan asap tebal.

Kasi Humas Polres Pelalawan, Thomas Bernandes, mengatakan penanganan Karhutla terus dilakukan secara intensif untuk mencegah api kembali meluas. Petugas di lapangan masih menemukan kepala api di beberapa bagian kawasan yang terbakar.

“Upaya pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Kondisi di lokasi masih terdapat kepala api dan kepulan asap tebal dari sisa-sisa kebakaran,” ujar Thomas Bernandes.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, kawasan yang terdampak merupakan lahan gambut yang ditumbuhi tanaman kelapa sawit dan semak belukar. Total kawasan yang terpantau mencapai sekitar 253,23 hektare, dengan penambahan luas terbakar hingga Rabu siang diperkirakan sekitar 70 hektare.

Penanganan melibatkan kekuatan cukup besar. Sebanyak 171 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari Polri, TNI, BPBD, Damkar Kabupaten Pelalawan, tim pemadam perusahaan serta MPA Desa Rantau Baru.

Selain personel, sejumlah peralatan juga dikerahkan untuk mempercepat penanganan. Empat unit alat berat digunakan untuk membantu membuat sekat dan membuka akses menuju kawasan yang terbakar. Berbagai jenis mesin pompa dan puluhan rol selang juga dioperasikan di sejumlah titik.

Namun, kondisi lapangan tidak mudah. Lahan gambut yang terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu karena api dapat menjalar di bawah permukaan. Ditambah kondisi kemarau yang menyebabkan ketersediaan sumber air terbatas.

“Untuk kendala di lapangan, sumber air minim karena kondisi kemarau. Akses menuju titik api juga sulit, kemudian angin cukup kencang sehingga kepala api menyebar ke arah timur dan selatan,” jelas Thomas.

Petugas kemudian memprioritaskan penyekatan dan pendinginan di area yang telah terbakar. Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api dan menahan agar api tidak menjalar ke kawasan lainnya.

Di sisi lain, kepolisian juga melakukan pengumpulan bahan keterangan dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab terjadinya Karhutla tersebut.

Koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Pelalawan, kepolisian, perusahaan dan unsur terkait terus dilakukan. Bahkan, Bupati Pelalawan bersama Kapolsek Pangkalan Kerinci telah berkoordinasi dengan BNPB Provinsi Riau untuk meminta dukungan water bombing.

Hingga Rabu sekitar pukul 14.30 WIB, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Tim gabungan masih berada di lokasi untuk mengendalikan api dan memastikan titik-titik yang telah dipadamkan tidak kembali terbakar.

Kondisi cuaca dan angin menjadi perhatian petugas, mengingat kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut yang cukup luas dan masih terdapat kepulan asap di sejumlah bagian lokasi.