Kasus ISPA di Pelalawan Tembus 1.053 Kasus, Kabut Asap Mulai Berdampak pada Kesehatan

Kamis, 27 Agustus 2026

PELALAWAN,INDOVIZKA.COM– Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Pelalawan terus meningkat seiring kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hingga Kamis (27/8/2026), total kasus ISPA yang tercatat mencapai 1.053 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pelalawan, H. Asril K, SKM, MKes, mengatakan peningkatan kasus mulai terdeteksi sejak kabut asap muncul pada 18 Agustus 2026.

Data tersebut dihimpun dari fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Pelalawan.

“Peningkatan kasus ISPA mulai kami deteksi sejak kabut asap muncul pada 18 Agustus lalu,” kata Asril.

Berdasarkan data Dinkes Pelalawan, pada periode 19 hingga 23 Agustus tercatat sebanyak 549 kasus. Kemudian pada Senin (24/8) terdapat 129 kasus, Selasa (25/8) sebanyak 131 kasus, Rabu (26/8) sebanyak 129 kasus, dan Kamis (27/8) kembali tercatat 115 kasus.

Dengan akumulasi tersebut, total kasus ISPA mencapai 1.053 kasus.

Meski mengalami peningkatan, Asril menyebut kondisi pasien sejauh ini masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Belum terdapat pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit.

“Sampai saat ini pasien masih bisa ditangani di faskes awal seperti puskesmas maupun bidan desa. Belum ada rujukan ke rumah sakit,” ujarnya.

Asril mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Partikel halus yang terkandung dalam asap Karhutla dapat mengganggu saluran pernapasan dan memicu berbagai keluhan kesehatan.

Keluhan yang dapat muncul antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, iritasi mata dan hidung hingga sesak napas. Kabut asap juga berpotensi memperburuk kondisi penderita penyakit tertentu, terutama gangguan pernapasan.

Dinkes Pelalawan mengimbau masyarakat menggunakan masker dengan benar ketika beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi serta mengurangi aktivitas berat di luar rumah.

Masyarakat juga diminta memantau perkembangan kualitas udara dan segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan yang semakin berat.

Perhatian lebih juga diminta diberikan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil serta masyarakat dengan penyakit kronis karena kelompok tersebut lebih rentan terhadap dampak kabut asap.

Asril turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan.

“Jaga diri, jaga keluarga dan jaga lingkungan. Jangan membakar lahan dan sampah karena asapnya dapat merusak kesehatan kita semua,” pungkasnya.