Damkar Pelalawan Respon Cepat, Sarang Tawon Tanah Berbahaya di BKP 6 Dieksekusi

Sabtu, 12 September 2026

PELALAWAN,INDOVIZKA.COM– Laporan masyarakat terkait keberadaan sarang tawon tanah berukuran cukup besar yang berada di belakang Komplek Perumahan Bumi Kerinci Permai (BKP) 6 KM 5, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, langsung mendapat respons cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Pelalawan.

Sarang tawon yang berada tidak jauh dari lingkungan permukiman tersebut dinilai cukup membahayakan, terutama bagi anak-anak yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Laporan warga disampaikan kepada Kabid Penanggulangan dan Pemadaman Damkar Pelalawan, Syafrizal. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung menginstruksikan personel untuk melakukan pengecekan dan mempersiapkan proses evakuasi sarang tawon tersebut.

Syafrizal mengatakan, tim Damkar turun langsung ke lokasi untuk memastikan keberadaan dan kondisi sarang tawon. Setelah dilakukan pengecekan, eksekusi kemudian dilakukan pada Sabtu malam (12/9/2026).

"Kami turun langsung melakukan pengecekan. Kemudian malam ini langsung dieksekusi dengan cara dibakar," ujar Syafrizal.

Menurutnya, keberadaan tawon tanah di sekitar permukiman perlu segera ditangani karena dapat membahayakan keselamatan masyarakat apabila kawanan tawon tersebut terganggu.

Terlebih, lingkungan BKP 6 cukup banyak dihuni keluarga dengan anak-anak. Jika sarang terganggu, kawanan tawon dapat menyerang secara berkelompok sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi warga.

Salah seorang warga BKP 6, Lubis, mengapresiasi respons cepat yang diberikan tim Damkar Pelalawan.

"Kami cemas dan takut, karena di komplek ini banyak anak-anak. Takutnya tawon ini terganggu dan membahayakan keselamatan warga di BKP 6," ujar Lubis.

Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Damkar Pelalawan yang segera menindaklanjuti laporan warga hingga sarang tawon tersebut berhasil dieksekusi.

"Dengan langsung dieksekusi oleh tim Damkar Pelalawan, tentu memberikan rasa aman. Rasa was-was warga terhadap ancaman keberadaan tawon ini juga sudah hilang," katanya.

Warga berharap respons cepat seperti ini terus dilakukan terhadap berbagai laporan masyarakat yang berkaitan dengan potensi bahaya di lingkungan permukiman, sehingga keselamatan dan rasa aman warga dapat terjaga.