
PELALAWAN,INDOVIZKA.COM–Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri turun langsung mengevaluasi mutu hasil pengadaan barang dan jasa di Polres Pelalawan. Penelitian ini dilakukan untuk memastikan implementasi sertifikasi Puslitbang Polri mampu menjamin barang dan peralatan yang diperoleh sesuai standar, spesifikasi serta kebutuhan operasional kepolisian.
Penelitian bertajuk Evaluasi Mutu Hasil Pengadaan Barang/Jasa Berdasarkan Implementasi Sertifikasi Puslitbang Polri tersebut berlangsung di Polres Pelalawan, Senin (22/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penelitian Puslitbang Polri yang dilaksanakan di delapan Polda sampel di Indonesia. Untuk wilayah Riau, penelitian dilaksanakan selama empat hari, mulai 21 hingga 24 September 2026.
Tim peneliti dipimpin Kombes Pol Guno Pitoyo, S.I.K., M.H. selaku Ketua Tim. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi Pembina Tk. I Ahmad Munif, S.H., M.Si. dan Penata Tk. I Mulyanto, S.E.
Tim juga melibatkan narasumber dari Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Drs. Suryadi, M.T., yang memberikan perspektif akademis dalam pelaksanaan penelitian tersebut.
Kegiatan di Polres Pelalawan dibuka dan dihadiri Wakapolres Pelalawan Kompol Asep Rahmad, S.H., S.I.K., M.H., perwakilan Polres Indragiri Hulu, para Kabag, Kasat serta personel yang mengemban fungsi logistik dan pengadaan barang/jasa.
Penelitian dilakukan menggunakan metode mixed method atau metode gabungan. Tim mengumpulkan data melalui kuesioner secara online, wawancara mendalam dengan pihak terkait serta melakukan observasi terhadap peralatan yang menjadi objek penelitian.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai pelaksanaan sertifikasi, proses pengadaan hingga mutu barang yang diterima dan digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Melalui Bidrikwastu, Puslitbang Polri menilai kualitas pengadaan memiliki posisi penting dalam mendukung keberhasilan tugas kepolisian. Barang dan peralatan yang diperoleh harus memenuhi spesifikasi yang ditentukan, memiliki kualitas yang memadai serta tersedia tepat waktu.
Hal tersebut berkaitan langsung dengan kesiapan personel dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum maupun pelayanan kepada masyarakat.
Dalam penelitian ini terdapat tiga tujuan utama yang menjadi fokus evaluasi.
Pertama, menganalisis implementasi sertifikasi Puslitbang Polri dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Kedua, menganalisis mutu hasil pengadaan barang dan jasa yang telah dilaksanakan. Ketiga, menganalisis efektivitas sertifikasi Puslitbang Polri dalam meningkatkan kualitas hasil pengadaan.
Wakapolres Pelalawan Kompol Asep Rahmad menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut. Ia menyebut Polres Pelalawan siap memberikan dukungan penuh terhadap proses penelitian yang dilakukan Puslitbang Polri.
"Kami menyambut baik penelitian Puslitbang Polri ini. Atas izin Bapak Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., kami siap mendukung penuh," ujar Asep Rahmad.
Menurutnya, evaluasi terhadap mutu pengadaan diperlukan untuk memastikan seluruh peralatan yang digunakan personel di lapangan benar-benar sesuai standar dan mampu menunjang pelaksanaan tugas.
"Evaluasi mutu pengadaan sangat penting agar peralatan operasional kami sesuai standar dan mendukung tugas personel di lapangan," katanya.
Ia menambahkan, hasil penelitian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai evaluasi, tetapi dapat menjadi bahan perbaikan dalam pengelolaan logistik di lingkungan kepolisian.
"Hasilnya akan menjadi masukan untuk perbaikan tata kelola logistik yang transparan dan akuntabel," tegasnya.
Sementara itu, narasumber dari Universitas Indonesia, Prof. Suryadi, menambahkan bahwa kegiatan penelitian tersebut merupakan bagian dari komitmen Puslitbang Polri untuk memberikan kontribusi berbasis data dan kajian ilmiah.
Pendekatan berbasis data diharapkan dapat menghasilkan gambaran objektif mengenai pelaksanaan pengadaan sekaligus memberikan masukan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan Polri.
Hasil penelitian nantinya diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi bagi pimpinan Polri, khususnya dalam memperkuat sistem penjaminan mutu pengadaan barang dan jasa.
Dengan demikian, proses pengadaan tidak hanya memenuhi aspek administrasi, tetapi juga memastikan barang dan peralatan yang diterima memiliki mutu serta spesifikasi yang dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan tugas kepolisian.
Kegiatan penelitian di Polres Pelalawan berlangsung lancar dengan melibatkan unsur terkait, khususnya personel pengemban fungsi logistik dan pengadaan barang/jasa.