Kabut Asap Menebal, ISPU Pelalawan Masih Kategori Sedang

Rabu, 07 Oktober 2026

PELALAWAN,INDOVIZKA.COM– Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Pelalawan, Riau, dalam beberapa hari terakhir mulai terasa semakin tebal. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan terhadap gangguan pernapasan.

Meski demikian, berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kualitas udara di Kabupaten Pelalawan pada Rabu (7/10/2026) pagi masih berada pada kategori sedang.

Data ISPU yang tercatat pukul 06.00 WIB menunjukkan nilai ISPU Pelalawan berada pada angka 82, dengan parameter kritis Particulate Matter (PM) 2.5.

Selain PM2.5 yang berada pada angka 82, parameter PM10 tercatat 42, sulfur dioksida (SO2) 31, karbon monoksida (CO) 0, ozon (O3) 7, nitrogen dioksida (NO2) 38, serta hidrokarbon (HC) 0.

Sementara itu, kondisi cuaca saat pengukuran menunjukkan kelembapan udara mencapai 94,78 persen, tekanan udara 1.012 mBar dan suhu sekitar 25 derajat Celsius.

Kategori sedang berarti kualitas udara masih dapat diterima bagi kesehatan manusia, hewan maupun tumbuhan. Namun, kondisi tersebut bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan kabut asap yang mulai mengganggu jarak pandang dan aktivitas warga.

Kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara, khususnya anak-anak, lanjut usia serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan, tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pelalawan, Zulfan, mengatakan kondisi kabut asap yang terjadi saat ini bukan berasal dari titik api di wilayah Pelalawan.

Menurutnya, berdasarkan pemantauan BPBD, titik api di Kabupaten Pelalawan saat ini nihil. Kabut asap yang menyelimuti wilayah Pelalawan diduga merupakan kiriman dari daerah lain.

“Untuk titik api di Kabupaten Pelalawan sampai sekarang nihil. Kabut asap ini merupakan kiriman dari daerah lain, seperti yang terjadi sekarang di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan,” ujar Zulfan.

Ia menjelaskan, kondisi kualitas udara sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin serta kondisi cuaca. Asap dari daerah lain dapat terbawa angin hingga masuk ke wilayah Pelalawan.

Meski angka ISPU masih berada dalam kategori sedang, masyarakat tetap diimbau tidak menganggap remeh kondisi tersebut. Terlebih, paparan partikel halus PM2.5 dalam jangka waktu tertentu dapat mengganggu sistem pernapasan.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga diimbau menggunakan masker sebagai langkah perlindungan, terutama ketika kabut asap semakin pekat.

BPBD Pelalawan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi udara dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.

Masyarakat juga diminta tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya karhutla.

Kondisi ISPU sendiri dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika cuaca, arah angin, serta keberadaan sumber emisi dan asap di sekitar wilayah Pelalawan.