Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Bersempena Hari Kesehatan Nasional, IBI Inhil Laksanakan Publikasi Stunting
INDOVIZKA.COM, - Bersempena peringatan Hari Kesehatan Nasional ke -58 Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan Publikasi Stunting Bakti Sosial di Lapangan Gajah Mada, Senin(28/11).
Publikasi Stunting ini mengusung dengan Tema "Bersama Kita Cegah dan Tanggulangi Stunting." Sementara Terkait peringatan Hari Kesehatan Nasional ke- 58 mengangkat tema "Peranan dalam Penanganan Intervensi Stunting."
Dihadiri Ketua Gerakan Satu Hati (GSH) Hj Zulaikhah Wardan dan dibuka secara resmi oleh Bupati Inhil H M Wardan.
Ketua IBI Inhil, Salmariantity mengatakan IBI Inhil melaksanakan bakti sosial dengan berbagai kegiatan diantaranya pemeriksaan kesehatan, pemberian makanan tambahan, senam dan donor darah, dengan sasaran balita stunting, baduta (anak dibawah usia dua tahun), remaja putri, wanita pra nikah, ibu hamil dan masyarakat
"kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini tentunya merupakan upaya kita dalam memberikan hak masyarakat untuk secara gratis dan mendapatkan pelayanan kesehatan," kata Salmariantity.
Bupati Inhil, H M Wardan menyampaikan pentingnya peranan Bidan sebagai mitra terdekat dalam kehidupan Ibu, bayi dan anak.
“Sepenuhnya kita menyadari betapa penting peran bidan sebagai mitra terdekat dalam kehidupan ibu, bayi dan anak. Bidan adalah garda terdepan dalam membentuk generasi terbaik bangsa, dan merupakan profesi yang sangat memiliki andil besar terkait dengan periode emas anak atau 1.000 hari pertama kehidupan, karena di periode bidan akan selalu memberi pendampingan kepada ibu maupun sang bayi,” ucap H M Wardan.
Ia juga mengatakan permasalahan stunting juga menjadi fokus perhatian bagi pemerintah dalam bidang kesehatan.
"Permasalahan stunting merupakan salah satu fokus perhatian bagi pemerintah dalam bidang kesehatan, pemerintah telah meluncurkan strategi percepatan penurunan stunting, di mana salah satu pilarnya yaitu menekankan pentingnya konvergensi intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif di tingkat pusat, daerah dan Desa," sebutnya.
Lanjutnya, penanggulangan stunting melalui pendekatan lintas sektor menjadi solusi dan sebagai sebuah langkah konkrit.
“Pendekatan lintas sektor ini melibatkan berbagai pihak antara lain pemerintah pusat dan pemerintah daerah, lembaga sosial kemasyarakatan dan keagamaan, akademisi, dan media massa. memang upaya penanggulangan stunting tidak mudah dilakukan, karena banyak melibatkan pihak dengan kepentingan,” ujarnya.
.png)

Berita Lainnya
13 Warga Inhil Terkonfirmasi Positif Covid-19 Hari Ini
Ternyata Jus Buah yang Disaring Tidak Baik untuk Anak, Ini Penjelasannya
Plt Dinkes Himbau Pejabat di Inhil Berikan Contoh Baik dengan Melakukan Vaksin
Pakai Klorokuin, Lebih dari 3 Ribu Pasien Corona di RS Wisma Atlet Sembuh
12 Pasien Covid-19 di Riau Dinyatakan Sembuh, Termasuk Bayi 3 Bulan dari Bengkalis
Plasma Darah Pasien Sembuh COVID-19 Diduga Berpotensi Jadi Obat Corona
Ini Dia 5 Pasien Positif Versi Rapid Tes di Inhil
8 Manfaat Kolang Kaling untuk Kesehatan
Apa Perbedaan Pilek atau Kena Covid-19? Ini 5 Tandanya
Positif Corona di Riau Kembali Bertambah 27, Terbanyak dari Inhil 14 Orang
KONI Inhil Dorong Pengurus Cabor Tetap Lakukan Pembinaan di Tengah Covid -19
Dihari Kemerdekaan, Kasus Covid-19 di Riau Bertambah Hingga 820 Orang