Pilihan
Kampus Perkuat Ekosistem MBG , Riset dan Inovasi Jadi Fondasi
JAKARTA, INDOVZKA - Perguruan tinggi mulai mengambil peran strategis dalam memperkuat ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis riset dan inovasi. Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi salah satu yang terdepan dengan rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bogor dalam waktu dekat.
Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet, menyampaikan pembangunan ini akan dilakukan bertahap sesuai kesiapan di lapangan. “Kalau di IPB, Insyaallah mungkin Mei, kesatu. Dan mungkin nanti berikutnya di Juni,” kata Alim. Ia juga menegaskan bahwa lokasi tetap dipusatkan di Bogor agar terintegrasi dengan aktivitas kampus.
Selain mendukung distribusi makanan bergizi ke sekolah sekitar, SPPG di lingkungan kampus didesain sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai operator layanan, tetapi juga pusat pengembangan model berbasis riset, termasuk keterlibatan petani lokal dan penguatan rantai pasok domestik.
Pendekatan ini membuka peluang pembelajaran langsung bagi mahasiswa sekaligus menjadi laboratorium hidup bagi dosen dalam mengembangkan inovasi. Berbagai aspek seperti efisiensi energi dapur, keamanan pangan, hingga pengelolaan limbah turut menjadi fokus pengembangan yang berkelanjutan.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menekankan pentingnya kontribusi kampus dalam program ini. “Perguruan tinggi memiliki teknologi, SDM, dan inovasi yang sangat bermanfaat untuk pengembangan program Makan Bergizi, mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, hingga pelatihan dan bimbingan teknis,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto telah meresmikan SPPG di Universitas Hasanuddin (Unhas), Sulawesi Selatan pada Selasa (28/4) lalu. Peresmian ini menjadi langkah awal integrasi kampus dalam implementasi MBG secara langsung.
“SPPG yang dibentuk di kampus tidak hanya mendukung program, tetapi juga dapat menjadi teaching factory. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat praktik mahasiswa, penelitian, serta pengembangan lebih lanjut program MBG di masyarakat,” jelasnya.
Dengan keterlibatan aktif perguruan tinggi, program MBG kini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong inovasi dan penguatan ekosistem berbasis ilmu pengetahuan.***
.png)

Berita Lainnya
Kapolri Perintahkan Tindak Tegas Pembuat Keramaian
Pelaksanaan SKB CPNS 2019, Peserta Dapat Ganti Lokasi Tes Maksimal 3 Kali
BEM Nusantara akan Ajukan Judicial Review UU Cipta Kerja
AHY Minta Pemerintah Tanggung Keluarga Korban KRI Nanggala-402
Antisipasi Jemaah Umrah Menumpuk di Soekarno-Hatta, Kemenag Minta Bandara Lain Dibuka
Jangan Hanya Larang Mudik, Pemerintah Diminta Juga Tutup Tempat Wisata
Ini Syarat Jika Tenaga Honorer Ingin jadi PNS
Airlangga: Peran NU Penting Menghadapi Persoalan Bangsa
Duh! Sri Mulyani Sebut APBD Boros Gaji PNS
Afrizal Sintong Pastikan Akan Rangkul Lawan Politik Bangun Rohil
Tak Cuma Beli Tanah, BPJS Kesehatan Jadi Syarat Wajib Haji-Umrah dan Penerima KUR
Warga Divonis Positif Covid-19 Padahal Belum Tes PCR, Ini Penjelasan Kemenkes