Ratusan Personel Polres Metro Depok Turun Amankan Perayaan Imlek

Perayaan imlek 2023 di Depok. Sumber (merdeka)

INDOVIZKA.COM - Ratusan personel gabungan mengamankan perayaan Tahun Baru Imlek 2023 di Depok. Mereka disebar ke sejumlah wihara dan kelenteng yang menggelar ibadah sejak kemarin.

Personel keamanan ditempatkan di tiap titik sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Polres Metro Depok menurunkan sebanyak 135 personel ditambah dengan adanya BKO dari TNI dan juga organisasi lain agar bisa menjamin keamanan bagi seluruh umat yang melaksanakan ibadah," kata Kapolres Metro Depok Kombes Pol Ahmad Fuady, Minggu (22/1).

Ahmad Fuady meninjau langsung salah satu wihara yaitu Wihara Gayatri di Kecamatan Tapos. Wihara ini paling ramai dikunjungi, karena terdapat pemandian Tujuh Sumur.

"Seluruh personel yang terlibat di masing-masing titik bersinergi dengan instansi terkait baik dari TNI dan pengurus, mudah-mudahan ini dapat memberikan jaminan keamanan kepada para jemaat yang melaksanakan ibadah mudah-mudahan bisa berjalan dengan aman dan lancar," ucapnya.

Selain itu pihaknya juga terus melakukan patroli, terutama saat libur panjang Imlek kali ini. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi terjadinya gangguan kamtibmas. Patroli skala besar digelar sejak kemarin dan tim disebar ke sejumlah titik rawan. "Untuk mengantisipasi libur sampai dengan hari Senin, kita akan melaksanakan kegiatan ditingkatkan, terutama patroli skala besar," ujarnya.

Patroli skala besar dilakukan pada waktu rawan, mulai pukul 21.00 WIB hingga pagi. Langkah ini untuk mencegah hal yang tidak diinginkan sehingga masyarakat merasa nyaman

"Jam 9 malam kita apel kemudian kita akan melaksanakan floating mobil patroli. Mudah-mudahan dengan kehadiran kita di titik rawan di malam hari kita bisa memberikan jaminan keamanan dan juga tentunya kelancaran. Mudah-mudahan pelaksanaan libur ini bisa juga membantu masyarakat lancar aman nyaman dan juga situasi Kota Depok bisa terkendali," katanya.

Petugas yang patroli akan membubarkan warga yang berkumpul hingga larut malam, terutama remaja, karena dikhawatirkan bisa berpotensi memicu gangguan kamtibmas seperti tawuran.

"Kami memberikan imbauan kepada masyarakat atau warga yang kumpul di dini hari agar bisa kembali. Selalu kami laksanakan dengan personel Perintis Presisi atau dulu Tim Jaguar yang sebenarnya personel Perintis Presisi sudah berjalan dengan baik dan sudah berhasil membubarkan menggagalkan, baik yang ingin berniat tawuran atau yang ingin membuat keresahan di masyarakat," tutupnya.






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]


Tulis Komentar