Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Sudah 23 hari Ali Azhar tak pulang. Sejak Rabu sore, 24 September 2025, anak muda berusia dua puluhan tahun itu meninggalkan rumah di kawasan Panam, Pekanbaru, tanpa membawa apa-apa kecuali sarung kuning yang melilit tubuhnya. Tak ada sandal, tak ada ponsel, tak ada pesan perpisahan.
“Ibu hanya ingin Ali pulang… ke rumah, ke pelukan kami,” kata Molek Nur, ibu kandung Ali. Suaranya bergetar menahan nafas yang seolah berpacu dengan waktu.
Ali, putra kedua dari lima bersaudara itu, dikenal sebagai pemuda periang. Beberapa waktu belakangan, menurut sang ibu, ia kerap melamun. “Kadang Ali suka tersenyum sendiri, kadang diam lama di teras. Tapi dia bukan anak yang nakal,” cerita Molek.
Hari itu, sekitar pukul empat sore, Ali berpamitan singkat. Tak lama kemudian, keberadaannya tak lagi diketahui. Berhari-hari keluarga mencari, menyusuri lorong-lorong Panam, dari Jalan Soebrantas, Garuda Sakti, hingga Delima.
“Kami bertanya ke warung-warung, ke teman-temannya, siapa tahu ada yang lihat. Tapi semua bilang tidak tahu,” kata Aidil, kakak Ali.
Laporan ke polisi pun dibuat setelah beredar kabar ada seseorang yang tercebur ke got di Gang Gembira, Jalan Suka Karya, Kualu Panam. Polisi, RT, RW, dan warga setempat ikut turun mencari. Dua hari penuh mereka menyisir selokan, namun hasilnya nihil.
Harapan sempat tumbuh ketika salah satu kamera CCTV warga merekam sosok yang mirip Ali. Dalam rekaman itu, tampak ia berjalan cepat ke arah got, lalu tiba-tiba menghilang dari pandangan. “CCTV-nya putus di situ, tak ada lanjutan. Seolah dia lenyap begitu saja,” ucap Molek lirih.
Sejak itu, setiap malam, keluarga Ali tak pernah benar-benar tidur. Mereka mencari ke mana pun kabar datang. “Kami sudah buat selebaran, ditempel di tiang-tiang, di warung. Sekarang fokus pencarian kami di Jalan Sudirman,” katanya.
Baru-baru ini, seorang tukang parkir di bawah jembatan flyover dekat Mall SKA mengaku sempat melihat sosok yang menyerupai Ali. “Dia bilang, ada anak muda berkaus gelap duduk sendirian di bawah jembatan, diam saja. Kami langsung ke sana malam itu juga, tapi sudah tak ada lagi,” tutur Aidil.
Bagi Molek, pencarian ini bukan lagi soal waktu, tapi soal harapan dan rindu terdalam seorang ibu. “Apa pun keadaannya, Ibu cuma ingin Ali pulang. Kami semua menunggu,” katanya, parau. Pihak keluarga juga sudah meluaskan pencarian dengan melibatkan Tim Gojek Pekanbaru untuk membuat sayembara.
Bagi siapa pun yang melihat atau mengetahui keberadaan Ali Azhar, keluarga mohon dengan sangat untuk segera menghubungi:
0895-3262-99498 (Aidil)
0852-6504-1337 (Molek)
0822-8371-9262 (Hafiz)
.png)

Berita Lainnya
Berhasil Kumpulkan 150 Kantong, Donor Darah PWI Riau Lampaui Target
Peduli Korban Tersambar Petir di Inhil, Kapolsek Tembilahan Hulu Sambangi Keluarga Korban dan Berikan Sembako
Viral Amplop Sumbangan Pernikahan Kosong, Bertuliskan Hutangmu Lunas, Begini Kisahnya
Wartawan Riau Mulai Mendaftar Jadi Anggota PWI, Pendaftaran Gratis hingga 12 April
Ketum PWI Pusat Zulmansyah Soroti Dampak Revisi UU Penyiaran
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
KPM Keritang Serahkan Donasi kepada Nasrullah Penderita TBC
Dandim Inhil dan Yayasan Vioni Bersaudara Berbagi Takjil di Hari Kartini
Dewan Pers: HCB Tidak Punya Legal Standing Lagi! Ketum PWI Zulmansyah Sekedang Berterima Kasih
Tiga Ramadhan 1442 H, Dapur Umum PKB Inhil Berbagi Rendang Daging di Tembilahan Hilir
Pecat Voucke Lontaan,PWI Pusat Tunjuk Vanny Loupatty Plt Ketua PWI Sulut
Respon Cepat Pemerintah Evaluasi Program MBG untuk Perbaikan Prosedu