Pilihan
Keripik Pisang Willia Tembilahan Pas Jadi Buah Tangan Pengunjung
TEMBILAHAN (INDOVIZKA)- Siapa yang tidak kenal dengan Kripik Pisang. Berbahan dasar pisang yang diiris tipis, kemudian digoreng hingga renyah dan diberi bumbu, sehingga rasanya gurih, beraroma nikmat dan menggoda selera.
Tidak hanya cocok untuk cemilan sehari-hari, makanan yang banyak ditemui dan tersebar di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau terutama di Kecamatan Tembilahan dan sekitarnya ini juga pas dijadikan oleh-oleh atau buah tangan bagi mereka yang berkunjung ke daerah setempat.
Ada banyak macam bentuk dan rasa yang ditawarkan oleh para pembuat dan penjual keripik pisang, mulai dari bentuk bulat, lonjong dan panjang, dengan rasa original, asin, manis dan pedas, yang diolah dari pisang batu atau pisang tanduk.
Namun dari sejumlah produk keripik pisang yang dijajakan di pasaran, ada salah satu diantaranya yang cukup menarik perhatian, baik dari segi bentuk, warna dan kemasannya, yakni Keripik Pisang Willia.
Karena penasaran, awak media coba menelusuri proses pembuatan keripik pisang tersebut, dengan mendatangi langsung tempat pengolahannya di sebuah rumah yang terletak di Jalan Baharuddin Yusuf, Gang Karya Bersama 3, Kelurahan Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan Hulu.
Ketika berbincang dengan Yuliana, Pembuat dan Pemilik Produk Keripik Pisang Williya, diketahui bahwa keripik pisang yang diolah dari pisang tanduk dengan rasa original ini telah diproduksi sejak tahun 2007 silam.
"Kita sudah lama buat keripik pisang ini, dari tahun 2007. Dan alhamdulillah sampai sekarang masih terus produksi," ujar Yuliana.
Untuk proses produksinya, dijelaskan Yuliana, dibuat setiap hari oleh dirinya sendiri, tergantung ketersediaan bahan dan pesanan dari para pembeli atau pelanggan.
"Dalam sekali buat, kita bisa menghasilkan 5 sampai 10 kilogram (kg) keripik pisang. Sedangkan bahan-bahannya kita terima dan diantar langsung oleh langganan kita," terangnya.
Adapun harga jual untuk tiap bungkusnya berbeda-beda, sesuai dengan ukuran dan banyak isi di setiap bungkusnya, yakni untuk bungkus 1,3 gram seharga Rp 10.000, bungkus 2 gram Rp 15.000, bungkus 2,5 gram Rp 20.000 dan bungkus 4,2 gram Rp 32.000.
"Selain dijual di rumah, keripik pisang ini juga kita antar ke toko-toko yang menjual oleh-oleh khas Inhil dan swalayan-swalayan yang ada di Tembilahan. Kemudian, kita juga melayani pembelian secara online," kata Yuliana.
Tidak hanya di Tembilahan, pemasaran Keripik Pisang Willia ini juga merambah hingga ke daerah-daerah tetangga, seperti Kota Pekanbaru, apalagi saat momen liburan dan lebaran. Jadi, bagi yang mau mencari cemilan atau oleh-oleh yang enak, renyah dan gurih, silakan di toko Keripik Pisang Willia dan swalayan yang ada di Inhil.
.png)

Berita Lainnya
Makanan Bahari Kue Pupudak Yang Eksis Hingga Kini
Wisata Air Terjun 86 Berikan Sensasi Penuh Petualangan
Meriahkan Hari Kemerdekaan, Event Wisata Pacu Jalur di Sungai Luar Padat Penonton
Harga Murah, Sempol Ayam Banyak Diserbu Kaum Milenial
Wisata Religi Makam Tuan Guru Sapat Tak Pernah Sepi Oleh Pengunjung
Ular Piton Berukuran Besar Ditemukan Warga Mumpa Inhil
Buruk-nya Pelayanan Roro Pulau Bengkalis ke Sei Pakning, Antrian Panjang Pemotor Antri Hingga 6 Jam
Sup Buah Kembar Rekomendasi Jajan Sehat di Tembilahan
Festival Tahunan Pacu Sampan Leper di Inhil Dinanti Masyarakat
Istana Siak Kembali Dibuka untuk Umum, Ini Ketentuannya
Dulu Jualan di Pinggir Jalan, Bakso dan Mie Ayam Anugrah Wonogiri Batang Tuaka Jadi Buruan
N'ding Bakery Asal Inhil Sering Isi Geray Pusat Oleh-Oleh Provinsi