Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Bupati Mursini Dicecar 40 Pertanyaan Terkait Korupsi 6 Kegiatan di Setdakab Kuansing
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Bupati Mursini, memenuhi panggilan jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing), Kamis (6/5/2021). Mursini jadi saksi dugaan korupsi anggaran 6 kegiatan di Sekretariat Daerah Kabupaten (Sekdakab) Kuansing 2017.
Pemanggilan terhadap Mursini merupakan yang kedua. Pada Senin (3/5/2021), Mursini juga dipanggil sebagai saksi tapi tidak hadir karena mengaku belum menerima surat panggilan.
Mursini datang ke Kantor Kejari Kuansing pada pukul 10.00 WIB bersama sopirnya. Setelah turun dari mobil Toyota Innova yang ditumpanginya, Mursini langsung menuju ruang penyidik Pidana Khusus Kejari Kuansing.
Mursini memberi keterangan kepada Kepada Seksi Pidana Khusus Kejari Kuansing, Imam Hidayat. Dia diperiksa selama 6 jam dengan 40 pertanyaan. "Diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Kejari Kuansing, Hadiman SH MH.
Hadiman menegaskan, pemeriksaan terhadap Mursini untuk pengembangan perkara sebelumnya. Menurutnya, masih ada masih ada Rp 1,5 miliar dana yang belum dikembalikan ke kas daerah. Dana itu mengalir ke sejumlah orang.
Dalam kasus ini, kata Hadiman, penyidik akan meminta keterangan saksi ahli, yakni ahli administrasi negara, ahli keuangan dan perbendaharaan negara, dan ahli perhitungan kerugian negara. "InsyaAllah ketiga ahli dimintai keterangannya pada Senin (10/5/2021) nanti," ungkap Hadiman.
Pengusutan kasus ini merupakan pengembangan dari 5 terdakwa yang telah ditetapkan sebelumnya oleh jaksa penyidik Pidana Khusus Kejari Kuansing. Lima terdakwa itu sudah diadili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru dan sudah divonis bersalah.
Lima terdakwa itu adalah mantan Plt Sekretaris Daerah Kuansing, Muharlius selaku Pengguna Anggaran, M Saleh, Kepala Bagian (Kabag) Umum Setdakab Kuansing selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada 6 kegiatan, dan Verdy Ananta selaku Bendahara Pengeluaran Rutin Setdakab Kuansing.
Kemudian, Hetty Herlina sebagai mantan Kasubbag Kepegawaian Setdakab Kuansing yang menjabat Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK), dan Yuhendrizal selaku Kasubbag Tata Usaha Setdakab Kuansing dan PPTK kegiatan rutin makanan dan minuman tahun 2017.
Setelah lima tersangka divonis, Kejari Kuansing menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru pada 19 April 2021. Jaksa penyidik langsung memanggil saksi-saksi.
Pemeriksaan kembali dilakukan kepada M Saleh, Verdy Ananta, Hetty Herlina, dan Yuhendrizal. Kemudian, mantan Kabag Umum Setdakab Kuansing, Muradi dan Wakil Bupati Kuansing, Halim.
Pada Rabu (5/5/2021), jaksa penyidik juga memeriksa dua mantan anggota DPRD Kuansing, Rosi Atali, dan Musliadi. Keduanya juga dicecar dengan puluhan pertanyaan.
Hadiman mengungkapkan, setelah memeriksa saksi-saksi, pihaknya akan melakukan gelar perkara. Dia menegaskan akan menuntaskan kasus ini hingga sampai ke pengadilan.
.png)

Berita Lainnya
Ketua IWO Riau Muridi Susandi: Waspadai Nomor Baru yang Mengatasnamakan Saya
Hadiri HGN ke-63, Bupati Inhil : Rapatkan Barisan Dukung Penanggulangan dan Pencegahan Stunting
Kapolres Inhu Bagikan Sembako Untuk Korban Covid-19 di Rengat Barat
Zulmansyah Resmi Buka Orientasi dan Ujian Masuk Calon Anggota PWI Riau Tahun 2021
Momentum Maulid Nabi, Wagubri: Mari Kita Teladani Sifat Mulia Rasulullah
Kontraktor Klaim Perbaikan Jalan Tembilahan-Simpang Kuala Saka Terkendala Cuaca
Pimpin Apel Perdana Sebagai PJ Bupati Inhil, Erisman Yahya: Berikan Pelayanan Masyarakat dengan Baik
HPPMKG Tembilahan Taja Lomba Semarak Ramadhan 1443 Hijriah, Catat Jadwalnya!
Wakil Bupati Bengkalis Dengarkan Laporan Pansus IV Ranperda Perubahan Tatib DPRD
Desa Wisata Rantau Langsat Sajikan 5 Air Terjun dan Wisata Budaya Eksotis
Langkah dan Gerak Cepat PUPR Kampar Atasi Box Culvert Ambruk
Ketua Sementara DPRD Inhil Bacakan Ikrar pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2024