Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
BI Ingin Kerja Sama RI-China Diperkuat Lewat Penggunaan Mata Uang Lokal
JAKARTA (INDOVIZKA) - Bank Indonesia (BI) telah resmi menandatangani kesepakatan dengan China untuk menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) dalam transaksi perdagangan maupun investasi. Indonesia telah menyepakati kerangka kerja LCS dengan empat negara yaitu China, Jepang, Malaysia, dan Thailand.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti berharap melalui penggunaan uang lokal itu dapat memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China. Mengingat, adanya sejumlah manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak.
"Seperti untuk mengurangi tekanan nilai tukar mata uang terhadap Dolar Amerika Serikat," ungkapnya dalam webinar Indonesia-Southern China Business Forum 2021, Jakarta, Kamis (23/12).
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Selain itu, penggunaan uang lokal itu membuat biaya konversi transaksi menjadi lebih efisien, tersedianya alternatif pembiayaan ekspor/direct investment dalam mata uang lokal. Kemudian, tersedianya alternatif instrumen hedging dalam mata uang lokal, hingga diversifikasi eksposur mata uang yang digunakan dalam penyelesaian transaksi.
Adapun, kerangka kerja sama LCS antara Indonesia dan China meliputi penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung dalam transaksi antara mata uang Rupiah dan Yuan, serta relaksasi regulasi tertentu untuk mendorong penggunaan mata uang lokal.
Ke depan, Destry ingin agar kerangka LCS ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan aktif oleh pelaku usaha di Indonesia maupun China untuk mendukung pemulihan ekonomi negara. Kerja sama LCS terus menunjukkan perkembangan positif dan berpotensi untuk terus ditingkatkan, baik dari segi nilai transaksi, frekuensi, maupun jumlah pengguna.
Jadi Alternatif Kurangi Ketergantungan Terhadap Dollar
Sebelumnya, Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Benny Soetrisno, menilai adanya kerja sama local currency settlement (LCS) dengan China, menjadi alternatif Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"LCS menurut saya satu alternatif pembiayaan yang lebih simple dibandingkan kita menggunakan dollar Amerika Serikat. LCS adalah solusi mengurangi ketergantungan kita terhadap dollar untuk menjaga juga stabilitas rupiah yang selama ini dengan USD selalu ada yang diuntungkan dan dirugikan," kata Benny, Kamis (5/8)
Dia menjelaskan, dilihat dari latar belakangnya, China merupakan mitra dagang utama, namun setelmen perdagangan masih didominasi USD. Begitu pun dengan skala ekonomi dan volume perdagangan di Kawasan meningkat tapi mayoritas masih dalam USD.
Sebagai contoh Benny mengatakan, jika menukar rupiah ke USD untuk impor selalu dikenakan kurs di atas. Namun untuk menukarkan rupiah hasil ekspor ke USD, Indonesia kursnya selalu dipatok di bawah. Hal itu tentu merugikan bagi Indonesia.
"Kalau kita menukar USD dalam negeri untuk mengimpor dari rupiah ke USD kita selalu dipatok dengan kurs di atas, kalau kita menukarkan hasil ekspor kita diberikan kursnya di bawah itu ada kerugian saya kira," jelasnya.
Oleh karena itu, Apindo menyambut baik adanya kerja sama LCS Indonesia-China. Di mana LCS ini banyak manfaatnya, di antaranya diversifikasi eksposur mata uang, mengurangi biaya transaksi, pengembangan mata uang regional, dan membuka akses partisipasi lokal.
"Manfaatnya diversifikasi eksposur mata uangnya bisa lebih baik dan mengurangi biaya transaksi, pengembangan pasar mata uang regional dan membuka akses partisipasi lokal," imbuhnya.
.png)

Berita Lainnya
Minyak Goreng Langka, DPRD Inhil Sidak Langsung ke Lapangan
Nilai Ekspor Riau Mei 2023 Naik 8,14 Persen
Uang Kertas Diprediksi Segera Punah Digantikan Aplikasi
Ditjen Pajak Tambah 8 Pemungut PPN PMSE Baru
KPPU Endus Praktik Kartel Minyak Goreng, 4 Perusahaan Besar Bakal Diperiksa
Omzet Pedagang Keliling di Tembilahan Menurun Akibat Corona
Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, Maybank Indonesia Fasilitasi Forum Pendalaman Pasar Uang dan Valas
Harga Cabe Merah Kembali Naik, Kini Mencapai Rp 150.000/KG
4000 Ekor Ikan Lele Ditabur di Keramba Kodim 0314/Inhil
Pemerintah Berlakukan Harga Dasar Bensin Pertamina dan Swasta, Ini Harga Terbaru BBM Terkini
Maybank Indonesia Ajak Siswa Belajar Kelola Uang Sejak Dini
Harga Pinang Kering di Riau Naik