Qori Terbaik Juara 1 di Inhil Dijadikan Peserta Cadangan MTQ Tingkat Provinsi, Kinerja Pantia Dipertanyakan


INHIL, - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Riau yang digelar di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) resmi berakhir, Jum’at (29/7) lalu.

Kafilah dari Kabupaten dan kota berhasil meraih prestasi terbaik. Namun, dari Perhelatan MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Riau, Kabupaten Indragiri hilir (Inhil) mendapatkan hasil yang kurang memuaskan.

Melihat hasil MTQ tingkat Provinsi untuk daerah Inhil setiap tahunnya tidak ada kemajuan, Kepala Desa (Kades) Bente Suhaimi merasa sangat miris.

“Saya merasa miris tidak ada kemajuan hasil MTQ Kabupaten inhil di tingkat Provinsi, sudah beberapa tahun ini hasil selalu begitu, kalau tidak juara 1 dari bawah pasti juara 2 dari bawah itulah hasil MTQ kita yang ada ini,” ucap Suhaimi, Minggu (31/7).

Hal ini tentunya menjadi pertanyaan masyarakat Inhil terkait kinerja pihak yang berwenang.

“Kinerja pihak terkait tentu menjadi sebuah pertanyaan bagi masyarakat Inhil, mengapa hasil mtq di tingkat Provinsi tidak pernah mendapatkan prestasi yang membanggakan. Percuma kita mempunyai program keagamaan yang bagus di Inhil jika hasilnya selalu seperti ini, apakah ini salah program atau salah penyelenggaranya,” tambahnya.

Ia juga mempertanyakan kepada pihak panitia Kabupaten, mengapa Qori terbaik dan mendapatkan juara 1 di tingkat Kabupaten hanya didaftarkan sebagai cadangan ketika MTQ Provinsi di Rohil.

“Saya tidak mengerti apa yang ada di benak pikiran panitia, apa masalah sehingga terjadi yang mendapatkan juara 1 pun di daftarkan sebagai cadangan, mereka perlu bertanggung jawab dan menyampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, melalui STQ tingkat Desa Qori dan Qoriah di Desanya di didik hingga menjadi yang terbaik hingga ke tingkat Kabupaten tapi anehnya tidak ditampilkan di tingkat Provinsi.

“Saya menyayangkan masalah seperti ini sudah dua kali terjadi untuk anak-anak kami, tahun 2017 yang lalu hal yang sama juga terjadi, menjadi yang terbaik juga tidak masukan namanya. Tahun 2022 ini juga sama anak -anak kami selalu di anak tirikan seperti ini,” pungkasnya.

Ia juga menyampaikan jika pihak Kabupaten tidak bisa menjelaskan masalah ini, Pihanya tidak akan mau lagi melakukan kegiatan STQ karena percuma kalau hasilnya akan kembali sama di zalimi oleh segelintir oknum di tingkat Kabupaten.

“Saya sampaikan secara tegas masalah ini ke tingkat Kabupaten bahkan biar sampai ke Provinsi sekalian biar ada jawaban dari mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Rio pihak keluarga Qori Khairul Fata mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada saat Khairul Fata ingin melakukan daftar ulang melihat namanya tidak ada, ketika di cek kembali terdaftar Qori cadangan dan itu data dari Kabupaten Inhil.

“Kami tidak ada di kasih tau dari awal, Adik saya cuman di berangkat ke rohil dan kami juga yakin pasti tampil di karenakan adik kami Khairul Fata mendapatkan juara 1 di tingkat Kabupaten, Kalau tau dari awal Khairul fata hanya di daftar sebagai cadangan kami tidak akan berangka,” tutupnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]


Tulis Komentar