Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Ribut Dana Safari Ramadhan, DPRD Riau Minta Gubri dan Wagubri Utamakan Kepentingan Rakyat
INDOVIZKA.COM - Perseteruan antara Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution mendapat sorotan pimpinan DPRD Riau. Dewan meminta gubernur dan wakilnya mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto. Menurutnya, persoalan yang dipicu gara-gara jumlah dana yang tidak sama disalurkan ke masjid saat Safari Ramadan antara Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, tidak seharusnya terjadi.
DPRD Riau menyarankan penyaluran dana bantuan yang bersumber dari CSR Bank RiauKepri Syariah itu disesuaikan dengan komitmen awal. Kalau gubernur Rp50 juta dan wakil gubernur Rp50 juta, maka seharusnya disalurkan sesuai ketentuan dan kesepakatan awal.
"Yang berhak menyalurkan, yang berhak memploting, yang berhak menentukan siapa penerima CSR ini ya Pemprov Riau. Dalam hal ini tentu Gubernur dan Wakil Gubernur," kata Hardianto, Senin (10/04/2023).
Perlu diingat, kata politisi Gerindra itu, gubernur dan wakil gubernur satu paket. Dalam pemilihan lalu tidak akan ada gubernur, kalau tidak ada wakil gubernur. Artinya mereka berpasangan satu paket.
"Negeri ini milik kita bersama. Hak pengelolaan dan amanah dititipkan masyarakat Riau itu diletakkan kepada gubernur dan wakil Gubernur. Artinya bersama-sama," kata dia.
Lebih lanjut Hardianto mengatakan, mau Gubernur, Wakil Gubernur atau pejabat lain, ini adalah CSR yang harus disalurkan agar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Riau.
"Saya pikir antara Gubernur dan Wakil Gubernur dalam hal pendistribusian CSR ini tidak perlu pembedaan, Gubernur sekian, Wakil Gubernur sekian. Karena toh sudah dibungkus dari awal bersama dengan BRK, bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur di luar Pekanbaru Rp50 juta, di dalam kota Pekanbaru Rp25 juta. Serahkan saja, toh ini juga untuk masyarakat Riau," paparnya.
Ia tidak ingin persoalan ini berlarut-larut. Ia ingin Pemprov Riau menjalankan saja sesuai dengan komitmen awal. Jangan hanya gara-gara masalah politik, masyarakat jadi rugi.
Lanjut Hardianto, sebagai pemimpin yang bijak, gubernur harusnya protes duluan kalau wakilnya mendapat perlakukan tidak adil. Itu baru hebat. Bukan malah sebaliknya.
"Kalau ini dibiarkan terus, kita malu. Jadi saya memaklumi rasa kekecewaan yang dialami Wakil Gubernur dan mudah-mudahan ada itikad baik semua pihak untuk memperbaiki ini," kata dia.
.png)

Berita Lainnya
Maju Pileg, Kepala Daerah Harus Berhenti Sebelum Batas Akhir Pencermatan DCT
Reses H Dani M Nursalam di Pulau Palas, Masyarakat Usulkan Pembangunan Tanggul Sepanjang 20 KM
Tidak Hanya Kesehatan, Pandemi Covid-19 Juga Berdampak Pada Kesejahteraan
DPRD Riau Minta Penerus Pj Gubernur Lanjutkan Program Prioritas
Anggota DPRD Inhil Iwan Taruna Hadiri Isra Mi'raj di Seberang Tembilahan Selatan
DPRD Riau Akan Panggil Kembali PHR, Karmila Sari: Ada Konsekuensi Jika Jafee Mangkir Lagi
Pansus DPRD Riau Tangani 19 Kasus Konflik Lahan Masyarakat dengan Perusahaan
DPRD Riau Minta Pengusaha Mal dan Gerai Oleh-oleh Jangan Persulit Produk UMKM
Guna Mengoptimalisasi Potensi Daerah, Pemkab Sampaikan Dua Ranperda kepada DPRD Bengkalis
Komisi I DPRD Provinsi Riau Gelar Raker Bersama BKD
Komisi I Bertukar Pikiran Terkait Reses Bersama DPRD Kampar
Sah, DPRD Riau Minta Pemprov Eksekusi Perda Pondok Pesantren