Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Air Tak Kunjung Surut, BPBD Evakuasi Warga Pakai Perahu Rescue
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Banjir yang merendam banyak rumah di RT 01 RW 10 Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, belum surut hingga, Senin siang. Beberapa warga dan hewan ternak yang terjebak banjir dievakuasi BPBD menggunakan perahu rescue.
Kabid Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur AP MSi, didampingi Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pekanbaru, Octavianus Nahuway SH, dan beberapa anggota langsung meninjau lokasi banjir.
Kata Jim Gafur, setidaknya ada sekitar 6 titik banjir saat itu. Bekerjasama dengan BPBD Kota Pekanbaru, mereka menyiagakan beberapa unit perahu rescue dan mendirikan tenda darurat.
"Kalau ada warga yang perlu dievakuasi, langsung evakuasi untuk mengurangi resiko dan dampak buruk bagi kesehatan. Kita mendirikan tenda di lapangan voli," ujar Jim Gafur ketika menemui warga Jalan Labuai Raya, Senin (29/3/2021).
Jim Gafur juga berpesan kepada warga agar tetap waspada. Warga diingatkan untuk menjaga barang dan surat-surat berharga serta tidak menyalakan listrik.
"Kalau nanti mengungsi, tolong masing-masing menjaga barang berharga ya," tambah Octavianus, mengingatkan warga korban banjir.
Bagi warga yang sudah terjebak banjir, petugas langsung mengevakuasi menggunakan perahu rescue. Sementara, sekitar 30-an orang warga RT 01 RW 10 Tangkerang Labuai lebih memilih bertahan di Musala Jannatul Baaqi yang baru dibangun dan belum selesai pengerjaannya.
Kondisi bangunan Musala Jannatul Baaqi yang dibangun di persimpangan Jalan Labuai Raya - Jalan Swadaya, lantainya belum dikeramik, hanya baru sampai pengecoran kasar. Pintu dan jendela juga belum ada. Beruntung musala yang baru dibangun ini tinggi sehingga aman dari terendam banjir saat itu.
Alaridho, salah seorang warga setempat mengatakan, jika debit air naik hingga 20 cm dari kondisi Senin siang, kemungkinan air akan sampai ke lantai musala. "Sekarang masih aman, tapi kalau naik 20 cm saja lagi, air akan sampai ke lantai musala tempat warga mengungsi," ujarnya.
Menurut warga, banjir seperti sekarang ini terjadi setiap 5 tahun sekali. Debit air di Sungai Sail Pekanbaru meningkat sehingga merendam rumah-rumah warga yang berada di sepanjang aliran sungai.
.png)

Berita Lainnya
Wujudkan Pilkada Damai dan Kondusif, Polres Kampar Gelar Coffee Morning Bersama Balon Bupati dan Wabup
Jaga Lingkungan, Pemerintah Pacu Era Baru Kejayaan Ekonomi Nasional
Seminar Pendidikan Nasional, Dr Karmila Sari: Adab Pondasi Ilmu, Kunci Kemajuan Pendidikan
Hearing di Hari Libur, Tak Satupun Undangan Komisi I DPRD Pekanbaru yang Datang
Penggerebekan Bandar Narkoba di Desa Petalongan: Tanggapan Akademisi dan Ulama Inhil, DR H. Ali Azhar, S.Sos., M.M., M.H.
Usai Video Call Istri dan Izin Pamit, Pria di Tapung Gantung Diri
Pelunasan Haji 2025 Dimulai, 189 Jemaah Riau Lunasi Biaya di Hari Pertama
Pemko Pekanbaru Dorong Pedagang Tidak Menjual Pakaian Bekas
Kapolres Pelalawan Bersama Pemkab Pelalawan Gelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla
KMPKS Bongkar Masalah Limbah, Debu, dan Bahaya Eucalyptus di Dataran Rendah
BPS Bantah Jalan Rusak Riau Terpanjang di Indonesia
Hadiri Upacara Sertijab Danyonif 132/BS Salo, Ini Harapan Kapolres Kampar