Pilihan
Munawar Tuding Pemko Pekanbaru tak Transparan Soal Kas Daerah
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Munawar Syahputra, anggota Komisi II DPRD Pekanbaru geram karena Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dinilainya tidak transparan dalam hal kas daerah.
"Penting ini diketahui. Sampai hari ini Kita tidak pernah tahu, berapa uang kita yang ada di kas daerah sekarang. Jadi transparansi, keterbukaan publik, anggaran Pemko Pekanbaru saat ini sangat kurang," cakap Munawar, Jumat (9/4/2021).
Politisi NasDem ini juga membeberkan contoh jumlah serapan anggaran, berapa besaran pendapatan daerah, hingga angka surplus dan defisit neraca keuangan daerah.
Ia juga mengatakan transparansi itu sangatlah penting, apalagi di pemerintahan. Karena dari kas daerah tersebut nantinya akan diketahui sektor mana saja yang harus didongkrak untuk bisa mendapatkan lebih banyak pendapatan.
"Kemarin sudah kita undang Badan Pengelola Keuangan Aset dan Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru hearing tapi gak jelas yang disampaikan. Sebut tunda bayar Rp 100 miliar, begitu kita tanya ini sudah termasuk pembayaran listrik dan sebagainya malah bilang belum. Kita minta data sampai sekarang gak sampai-sampai ke komisi," tutupnya.
.png)

Berita Lainnya
Hari Ini Vaksinasi Serentak di Pekanbaru, Dua Rumah Sakit Disiapkan Jika Alami Reaksi
Dedy Sambudi Baru Jabat Sekda Kuansing, RSUD Berikan Identitas Anak Jika Lahir
PKB akan Usung Catur Sugeng dan Taufik di Pilkada Kampar dan Pekanbaru
Desa Lahang Tengah Gelar Musdes Penyusunan RKP Tahun 2021
Masuk Masa Sanggah, Dua Perusahaan Ini Menang Tender Pengangkutan Sampah Pekanbaru
Tim Percepatan Penanganan Stunting Laksanakan Penimbangan Serentak
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2021
Patroli Blue Light Polsek Ukui Dalam Ciptakan Malam Aman dan Nyaman Bagi Warga
Webinar Kemkominfo, Ajak Pelajar Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital
CSR Sambu Group Bangun Tanggul lebih dari 5 KM di Sungai Simbar
Under Cover Berhasil, Polsek Kuala Cenaku Kembali Ringkus Pengedar Sabu
Pemkab Rohil 'Comot' Anggaran Rp12 Miliar untuk Penanganan Covid-19