Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
10 Gejala Kadar Gula Darah Tak Terkontrol, Bisa Jadi Sulit Mendengar
INDOVIZKA. COM- Pemeriksaan darah jadi cara paling akurat untuk mengetahui kadar gula darah berlebih. Namun, beberapa gejala kadar gula darah yang terkontrol sebenarnya juga bisa diperlihatkan oleh tubuh.
Diabetes adalah kondisi di mana kadar gula darah berada di atas normal. Kondisi ini disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, seperti terlalu banyak asupan karbohidrat dan minim aktivitas fisik.
Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak saraf, pembuluh darah, dan organ-organ lain yang bisa menimbulkan beragam gejala. Berikut di antaranya, melansir CNN.
1. Sering sembelit dan kembung
Jika saraf menuju usus kecil terganggu atau mengalami kerusakan, seseorang akan sering mengalami diare dan sembelit.
2. Mengalami masalah pendengaran
Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak banyak pembuluh darah kecil dan saraf yang ada di sekitar telinga.
Akibatnya, pendengaran jadi terganggu. Gangguan pendengaran juga ditemukan dua kali lebih mungkin terjadi pada penderita diabetes.
3. Gusi berdarah
Gusi berdarah adalah salah satu gejala periodontitis, salah satu penyakit gusi yang parah. Selain berdarah, gusi juga akan tertarik ke belakang dan membentuk kantong di sekitar gigi.
Ibarat lingkaran setan, infeksi gusi bisa membuat kadar gula darah jadi lebih sulit dikendalikan.
4. Mulut kering
Kadar gula darah yang tinggi dapat merampas kelembapan di mulut. Selain mulut yang terasa kering, Anda juga akan mengalami luka dan gigi berlubang.
5. Mengalami masalah penglihatan
Kemampuan penglihatan akan berfluktuasi, terasa kabur, dan muncul bintik-bintik gelap di bidang pandang.
6. Kulit kering
Tubuh akan mempertahankan lebih sedikit kelembapan saat kadar gula darah tinggi. Hal ini membuat kulit terasa kering dan gatal.
Selain kering, tanda lain yang muncul di kulit di antaranya bercak gelap, lecet, ruam, sisik, atau benjolan keras seukuran kacang.
7. Sering kesemutan
Kesemutan dapat terjadi akibat kerusakan saraf yang dipicu oleh kadar gula darah tinggi.
Tak hanya itu, otot-otot kaki juga mungkin akan melemah, membuat seseorang jadi tidak stabil
8. Kaki kram atau sakit
Masalah sirkulasi dapat menyebabkan betis, paha, atau bokong sakit saat berjalan atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Namun, rasa nyeri ini biasanya dapat berkurang dengan beristirahat.
9. Sering berkeringat
Beberapa penderita diabetes lebih sering berkeringat, utamanya pada malam hari atau saat sedang makan.
Namun, ada juga beberapa pasien yang justru sama sekali tak berkeringat, sekalipun saat cuaca panas.
10. Sering pusing
Rasa pusing ini bisa membuat Anda kehilangan kestabilan saat berdiri. Rasa pusing biasanya diiringi dengan detak jantung yang lebih cepat.
Jika gejala ini muncul tiba-tiba dan disertai sesak napas, nyeri dada, bicara cadel, atau kehilangan penglihatan, maka segera dapatkan bantuan medis. Hal ini bisa disebabkan oleh melambatnya aliran darah ke jantung atau otak.
.png)

Berita Lainnya
Guna Meningkatkan Layanan Kesehatan Lansia, Puskesmas Tembilahan Kota Rutin Kunjungi Pondok Bhakti Lansia
Prevelensi Stunting di Desa Tegal Rejo Jaya Tunjukkan Fluktuasi yang Signifikan
Positif Covid-19 di Riau Bertambah 202 Kasus, Inhil 3 Kasus
Dinkes Inhil Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan dan Pertumbuhan Pada Anak
Hari Ini, Kasus Positif Covid-19 di Inhil Bertambah Satu Orang
Tak Perlu ke RS, Ini Tahapan yang Harus Dilakukan Setelah Positif Covid-19
Heboh, 1 Warga Kerinci Dimakamkan Malam Hari dengan Protokol COVID-19
WHO Cabut Status Darurat Penyakit Menular Cacar Monyet
Efek Samping Vaksin Booster Pfizer yang Paling Umum
Tenaga Kerja Asing di Riau Dipastikan Bebas Virus Corona
Dinkes Inhil Tegaskan Pentingnya Upaya Penekanan Kasus TBC
Menkes Sebut Pasien Pertama Omicron Sudah Negatif