Pilihan
WHO Cabut Status Darurat Penyakit Menular Cacar Monyet
INDOVIZKA.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencabut status darurat kesehatan global penyakit cacar monyet (MPOX). Ini sekaligus menandai berakhirnya peringatan terhadap penyakit menular yang kasusnya dikonfirmasi ada di 100 negara lebih.
Pada Juli 2022, WHO mengumumkan MPOX sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC). Berakhirnya MPOX ini cuma seminggu setelah WHO menyatakan COVID-19 tidak lagi merupakan PHEIC, tingkat kewaspadaan tertinggi.
"Meski kedaruratan MPOX dan COVID-19 telah berakhir, ancaman kebangkitan tetap ada. Kedua virus itu terus menyebar dan keduanya terus membunuh," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari detikcom, Jumat (12/5/2023).
Direktur jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menuturkan status darurat MPOX dicabut berdasarkan rekomendasi komite darurat organisasi itu, yang bertemu pada Rabu (10/5).
Upaya ini menandakan krisis akibat MPOX, yang menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh dan menyebabkan gejala mirip flu dan lesi kulit berisi nanah, sudah terkendali.
Nicola Low, wakil ketua komite darurat WHO tentang mpox, mengatakan ada kebutuhan untuk beralih ke strategi untuk mengelola risiko kesehatan masyarakat jangka panjang dari mpox daripada mengandalkan tindakan darurat.
"Transisi berarti memasukkan respons MPOX dan kesiapsiagaan di bawah program pengawasan penyakit nasional seperti untuk HIV dan infeksi menular seksual lainnya," kata Low.
Lebih dari 87.000 kasus MPOX sudah dikonfirmasi secara global dari awal 2022 hingga 8 Mei tahun ini, menurut laporan terbaru WHO.
.png)

Berita Lainnya
Maksimalkan Pembangunan Puskesmas Kempas Jaya, Dinkes Inhil : Perjuangannya Tidak Mudah
Corona dan Kabut Asap, Dinkes Riau Minta Pasokan Masker-Vitamin ke Pusat
Meski Belum Ada Kasus Polio, Dinkes Pekanbaru Ajak Masyarakat Bawa Anak Imunisasi Polio
Tingkatkan Pemahaman Tatalaksana SPM HIV,, Dinkes Inhil Gelar Pertemuan Dokter Fasyankes se-Inhil
Kasus Covid-19 Riau Kembali Tinggi, Ini Penyebabnya
Puskesmas Tembilahan Hulu Bersama YAPHI Lakukan Inovasi Pesan Sehat
Tak Ingin Langgar PPKM, Rais Aam PBNU Sebut Kemungkinan Muktamar NU Dimajukan
Studi Baru Ungkap Vitamin D Terbukti Kurangi Keparahan Pasien Covid-19
Orientasi KAP dan KPP bagi Kader dan Tenaga Kesehatan Resmi Ditutup
Antisipasi DBD, Dinkes Inhil Mulai Gencar Sosialisasikan 4M Plus
Positif Covid-19, 7 Warga Tembilahan Diisolasi di RSUD Puri Husada
Direktur RSUD Tembilahan Enggan Jawab Berapa Besaran Biaya Pasien Corona, dr Saut : Kami Fokus Bekerja