Pilihan
Nelayan Yang Hilang Saat Menjaring Ikan di Sungai Batang Ditemukan Meninggal
INDOVIZKA.COM - Seorang nelayan yang hilang tenggelam setelah disambar petir di Sungai Batang Gansal Kabupateb Indragiri Hilir (Inhil) akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan.
Korban bernama Ahmad Saripudin (32) yang beralamat di Jalan Teras Jaya RT 002 RW 005 Desa Sanglar Kecamatan Reteh Kabupaten Inhil, ditemukan Jumat (4/8/2023) malam sekitar pukul 22.50 WIB.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, pada hari kedua pencarian tim SAR gabungan melakukan penyisiran hingga malam hari karena diduga ada tanda-tanda korban pada Jumat malam Pukul 20.29 WIB.
“Korban ditemukan pukul 22.50 WIB. Tim SAR gabungan menemukan korban dengan jarak tiga km ke arah Hulu dalam keadaan meninggal dunia, korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka," katanya.
Dijelaskan Budi, adapun Unsur yang terlibat dalam kegiatan ini yakni dari Basarnas Pos SAR Tembilahan, BPBD Inhil, Polsek Reteh, Polair, Bhabinkamtibmas Reteh, Koramil Reteh, Bhabinsa Reteh, perangkat desa Sanglar dan Masyarakat Desa Sanglar.
"Dengan ditemukannya korban maka Ops SAR selesai dan ditutup dengan ucapan terima kasih," ujar Budi Cahyadi.
.png)

Berita Lainnya
Seorang Nelayan Meninggal Setelah Kapalnya Karam di Perairan Rangsang
Polda Riau Selidiki Terbakarnya Gedung Plaza Telkomsel
Sedang Menoreh Getah, Petani Karet di Riau Diterkam Harimau
Longsor di Natuna, Korban Meninggal Bertambah 15 Orang dan 50 Orang Masih Tertimbun
Bersenjata dan Brutal! Komplotan Perampok BRILink di Rohil Diringkus Polisi
Warga Inhil Nyaris Tewas Diterkam Buaya Saat Mandi di Belakang Rumah
Tragedi Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Nyawa Pemuda Melayang Tertimbun Longsor
Cuaca Buruk, Penumpang Speedboat Rute Tembilahan - Tanjung Pinang Berhasil Dievakuasi
Korban Meninggal Tanah Longsor di Natuna Bertambah Jadi 46 Orang, 9 Orang Masih Hilang
Pamit Pergi Mancing, Warga Riau Ditemukan Tewas di Danau
Kebakaran di Pulau Kijang Hanguskan 7 Pintu Rumah Bedeng
Penyandang Disabilitas Jadi Korban Pelecehan Hingga Hamil, Dinsos Bintan Ajak Guru Korban Ungkap Kasus