Pilihan
Sore Ini Terdeteksi Belasan Titik Hotspot di Riau
INDOVIZKA.COM - Jumlah hotspot di Pulau Sumatera, Rabu (9/8/2023) sore ini terpantau 148 titik. Terbanyak hotspot berasal dari Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung.
"Total hotspot Sumatera ada 148 titik, tersebar paling banyak di Babel 42 titik. Sumsel 35 titik, Lampung 33 titik, Aceh dua titik, Sumatera Utara empat titik, Sumatera Barat tujuh titik, Jambi 10 titik, dan Kepulauan Riau satu titik," kata Fitri, petugas BMKG Stasiun Pekanbaru.
"Kemudian Riau terdeteksi 14 titik, paling banyak Kabupaten Kuantan Singingi lima titik. Lalu Bengkalis empat titik dan Indragiri Hulu dua titik. Lalu Rokan Hulu, Kampar, dan Kepulauan Meranti masing-masing satu titik," sambungnya.
Hanya saja visibility atau jarak pandang di Pekanbaru 8 Km, Rengat 7 Km, Dumai 9 Km, Pelalawan 8 Km, dan Tambang 10 Km.
Seperti diketahui, Pemprov Riau bersama pemerintah daerah 12 kabupaten/kota mengantisipasi Karhutla sejak lama. Tetapi sempat terjadi Karhutla di wilayah Rohil, Pelalawan, Bengkalis dan Dumai.
Pemprov Riau telah punya enam helikopter bantuan patroli dan water bombing. Berencana bakal menambah lagi kalau Karhutla kembali muncul.
Kemudian Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengantisipasi bencana Karhutla di Provinsi Riau dengan menyemai garam masih dilakukan.
.png)

Berita Lainnya
Satgas Gabungan Berhasil Padamkan Lima Hektar Lahan Terbakar di Kuala Cenaku
Pj Bupati Erisman Tinjau Banjir Di RSUD Puri Husada Tembilahan
Dapat Remisi Waisak, 2 Orang Napi di Riau Bebas
Dua Heli Water Boombing Dikerahkan Padamkan Karhutla di Rupat dan Dumai
Masih Tahap Pemeliharaan, Saluran IPAL di Pekanbaru Tuntas Agustus Ini
Pers Dan Peranan Mendidik Bangsa
Bernilai Miliyaran, Proyek Pembangun Turap di Inhu Mangkrak
Pemko Pekanbaru Janji Tuntaskan Tunggakan Bayar Proyek Hingga Honor Kader Secara Bertahap
Turun, Hotspot Riau Tersebar di 4 Kabupaten
Kesbangpol Inhil Ajak Masyarakat Jaga Merah Putih Demi Bela Negara
Terkena Dampak Banjir Kiriman, Petani Desa Sialang Panjang Siap Gabung Perkarakan PT. SAGM
Bayi Gizi Buruk Meninggal di Kateman, Ini Kata Dinkes