Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Webinar Kemkominfo di Kampar, Ajak Pelajar Kenali Algoritma Media Sosial
KAMPAR, INDOIZKA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Kampar, Jumat (7/6) pagi, pukul 09.00 WIB.
Mengusung tema ”Mengenal Algoritma Media Sosial”, webinar yang akan diikuti siswa dan tenaga pendidik dari berbagai sekolah dengan menggelar nonton bareng (nobar) itu rencananya menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Instruktur TIK Nasional Wedi Hartoyo, pegiat literasi digital Indonesia Moh. Rouf Azizi, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dr. Sutomo Surabaya Meithiana Indrasari, dan Dewi Baruna Lestari selaku moderator.
”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/RegPendidikanSumatera0706. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama webinar,” tulis Kemkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Kamis (6/6).
Terkait tema diskusi, Kemkominfo menjelaskan, algoritma media sosial merupakan sebuah sistem untuk mencari apa konten (tulisan, foto, atau video) yang diperlukan pengguna, yang disukai pengguna, yang sering dilihat pengguna, yang diikuti pengguna, sehingga menampilkan konten-konten yang sesuai dengan interest pengguna tersebut. Dengan begitu, acapkali smartphone dikatakan merekam percakapan pengguna.
"Sebuah smartphone tidak merekam pembicaraan kita, melainkan menggunakan data pencarian, kesukaan, dan keminatan pengguna untuk bisa disesuaikan dengan konten-konten yang disukai. Sehingga, media sosial tersebut memiliki data pengguna untuk nantinya dijadikan basis data dalam menampilkan konten yang sesuai serta dalam program iklan media sosial,” jelas Kemkominfo dalam rilis.
Di era teknologi saat ini, lanjut Kemkominfo, algoritma media sosial merekam kegiatan kita berselancar di dunia digital. "Algoritma media sosial mencatat apa yang kita cari, apa yang diminati, dan apa konten yang sesuai dengan latar belakang kita," imbuh Kemkominfo.
Kemkominfo menambahkan, algoritma media sosial dibuat untuk membantu kita, karena kita dibuat nyaman dengan konten-konten yang muncul sesuai dengan apa yang kita minati. Namun, kita tetap perlu waspada karena jangan sampai algoritma media sosial membuat kita lupa akan tanggung jawab kita di dunia nyata lantaran kita bisa terlalu nyaman berselancar di dunia digital.
Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Kampar, Riau, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.
Sampai dengan akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemkominfo.
Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman.
Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.
Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemkominfo.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (rls)
.png)

Berita Lainnya
Hanya Kuansing yang Belum Ajukan Pencairan Bankeu Guru Bantu
Launching Kartu KBS Terintegrasi, Bupati Kasmarni Ingin Beri Perlindungan Sosial Bagi Masyarakat di Negeri Junjungan
Banser Kecamatan Pulau Burung Ikuti Diklat Terpadu Dasar
Bekerjasama Dengan BRI, Dandim 0314/Inhil Serahkan Kunci Rehab RTLH
70 WBP Rumbai di Direhabilitasi Agar Tidak Kembali Terjerat Narkoba
Banyak Pelanggar Prokes, Pemerintah Diminta Intensif Lakukan Sosialisasi ke Masyarakat
Alat Bayar Parkir Non Tunai Kembali Disebar di Sejumlah Ruas Jalan
Pemprov Riau Minta Bupati dan Walikota Dukung Pembangunan Tol Riau
Untuk Semantara, Disdukcapil Inhil Tidak Layani Kepengurusan Secara Langsung
Tiga Kali Mangkir, Ketua KONI Kampar Akhirnya Diperiksa Jaksa
Tak Bisa Salahkan Pemerintah Sepenuhnya, MUI Riau Ajak Masyarakat Perangi Prostitusi
Di Sungai Laut, Ferryandi Paparkan Program Bantuan Tiga Desa Satu Ekskavator