Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Sikapi Tuntutan Reformasi Jilid II, Pemerintah Tetap Fokus pada Pemulihan Ekonomi
JAKARTA - Pemerintah melakukan langkah-langkah terstruktur dalam mengatasi pelemahan rupiah. Melakukan koordinasi secara intens dengan kebijakan untuk memperkuat koordinasi seluruh instansi terkait serta memberikan kepastian menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah menerima aspirasi itu sebagai masukan. Ia menyebut pemerintah saat ini terus bekerja mengatasi berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi Indonesia.
"Beberapa hari ini kan saudara saksikan bahwa kita juga betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras dengan berbagai sektor untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita," ujarnya.
Pemerintah menghargai dan menerima aspirasi yang disampaikan mahasiswa sebagai bentuk masukan bagi penyelenggaraan pemerintahan. Pemerintah menerima aspirasi yang berkembang sebagai sebuah masukan tentunya kepada pemerintah.
Lebih lanjut Prasetyo menegaskan kondisi perekonomian dipengaruhi oleh banyak faktor. Ia meyakini langkah-langkah yang diambil pemerintah akan bisa memperbaiki kondisi perekonomian.
"Dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian juga kepada para pelaku usaha, kami yakin kita akan dapat mengatasi permasalahan ini," ujarnya.
Pemerintah saat ini terus bekerja keras untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia. Publik dapat melihat adanya koordinasi intensif antarinstansi pemerintah dalam beberapa waktu terakhir guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pemerintah tetap optimistis berbagai kebijakan yang telah dijalankan dapat membantu mengatasi tantangan ekonomi yang ada. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.
Sebelumnya mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI Jawa Tengah menggelar demonstrasi di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Mereka mendesak pemerintah mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah. Mahasiswa memberi tenggat 18 hari kepada pemerintah untuk menguatkan rupiah. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, mereka mengancam akan menggelar demonstrasi bertajuk Reformasi Jilid 2.
Prasetyo menegaskan Pemerintah memahami ultimatum tersebut lahir dari semangat mahasiswa yang ingin melihat kondisi ekonomi Indonesia menjadi lebih baik. ia menilai semangat tersebut sejalan dengan upaya pemerintah yang saat ini juga terus bekerja untuk memperkuat sektor ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ***
.png)

Berita Lainnya
Premium Segera Dihapus di 2022, Pertalite Bakal Mengalami Nasib Sama
Ini Penjelasan Saibansah Alasan PWI Kepri Dukung Zulmansyah Sekedang Jadi Ketum PWI Pusat
Penjelasan Kejagung Tuntut Mati Terdakwa Asabri Heru Hidayat
Jaga Kredibilitas dan Kepercayaan, DD Waspada Serahkan Laporan Tahunan ke Kanwil Kemenag Sumut
Hari Ini, Bandara SSK II Pekanbaru Tutup Penerbangan Penumpang Hingga 1 Juni
Pemerintah Siapkan Langkah Jitu Tingkatkan Ekonomi Saat Geopolitik Memanas
31 Ribu ASN Dapat Bansos, Pimpinan Komisi VIII Desak Kemensos Perbaiki Data
PPKM Level 4 Diperpanjang Hingga 16 Agustus
DPR Kritik Kepala BPOM yang Terkesan 'Alergi' dengan Vaksin Nusantara
Abdul Wahid Apresiasi Langkah Pemerintah Cabut Larangan Ekspor CPO dan Minyak Goreng
Satgas Gencarkan Tes Mutasi Covid Cegah Lonjakan Serupa India
Jelang HPN 2025, PWI Pusat Matangkan Persiapan