Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Keluarkan Instruksi Dirikan Posko dan Goro Antisipasi Malaria, Bupati Rohil Dapat Apresiasi Kemenkes RI
BAGANSIAPIAPI, INDOVIZKA - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mengambil langkah cepat dan tegas dalam menghadapi lonjakan kasus malaria yang sudah terjadi sejak tahun 2022 dengan status KLB malaria.
Bupati Rokan Hilir, H Bistamam, menginstruksikan kepada seluruh OPD, dan elemen masyarakat untuk melaksanakan aksi gotong royong dan mendirikan pos komando pertama di Kecamatan Sinaboi yang akan dgunakan selama tanggap darurat KLB malaria, secara bersama-sama guna memberantas penyakit menular malaria tersebut. Instruksi Bupati ini resmi dikeluarkan pada Ahad (20/4/2025).
Instruksi Bupati Rokan Hilir tentang pendirian pos komando tanggap darurat di Kecamatan Sinaboi ini diharapkan dapat menjadi pusat koordinasi dan tindakan cepat dalam memberikan pelayanan kesehatan, penyuluhan, serta langkah-langkah pencegahan yang efektif bagi kesehatan masyarakat Sinaboi khususnya, dan Rokan Hilir pada umumnya.
Bupati Rokan Hilir H Bistamam dengan tegas menginstruksikan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk segera bergerak melaksanakan kegiatan gotong royong, yang dimulai dari Kecamatan Sinaboi.
Bupati menyampaikan kepada media bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan langkah awal yang nyata dalam menekan angka kasus malaria di Kecamatan Sinaboi.
"Sementara pendirian pos komando tanggap darurat ini, merupakan langkah awal pelaksanaan kegiatan penanganan malaria pada saat tanggap darurat, sehingga penularan malaria dapat dicegah dan dikendalikan," tuturnya.
Apresiasi Dari Kemenkes
Disisi lain sambung Bistaman, penanganan malaria di Kabupaten Rokan Hilir ini mendapat perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Ze Eza Yulia Pearlovie, sebagai Penanggung Jawab Program KLB/Tanggap Darurat Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria sekaligus mengapresiasi respons cepat Bupati Rokan Hilir, H Bistamam, dalam menangani tanggap darurat KLB malaria ini.
Ze Eza mengungkapkan, bahwa telah melakukan komunikasi secara intensif dengan Bupati H Bistamam terkait langkah-langkah penanganan dan memastikan bahwa obat malaria yang dibutuhkan untuk penanganan malaria telah tiba di Rokan Hilir.
Lebih lanjut, Ze Eza Yulia Pearlovie menyampaikan bahwa pembiayaan penanggulangan tanggap darurat malaria ini selain menggunakan biaya APBD melalui BTT, juga dapat menggunakan anggaran dana desa untuk penanggulangan penyakit menular, sesuai dengan instruksi dari Kementerian Dalam Negeri pada tanggal 16 Januari 2025.
Desa dapat menggunakan anggaran dana desa untuk penanggulangan penyakit menular, sesuai dengan Permendes no. 7 tahun 2023 dan no 2 tahun 2024.
Dana Desa dapat menjadi instrumen yang efektif dalam memberdayakan pemerintah desa untuk turut aktif menanggulangi penyakit menular malaria yang saat ini sedang berstatus tanggap darurat. ***
.png)

Berita Lainnya
Cegah Karhutla, Komunitas di Rohul Bentuk Relawan "Pemburu Karhutla"
Ketua DPRD inhil, Menghadiri Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-76 Di Lingkungan Pemkab Inhil
Bupati Inhil Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Kendati Dihantam Covid-19, Perusahaan Wajib Bayarkan THR Karyawan
Serius Kawal Investasi Masuk Ke Riau, Gubernur Terpilih Abdul Wahid Sowan Ke Mentri Investasi dan Hilirisasi.
Sambu Grup Berikan Bantuan Untuk Bencana Banjir di Inhil
Gubernur Riau Ajak Masyarakat Segera Laporkan SPT Tahunan
PT Perkebunan Nusantara V Perkuat Digitalisasi Jelang Pembentukan Palm Co
Kabar Gembira! Starsbox Barbershop Kini Hadir di Tembilahan
Pemkab Inhu Semprot Disinfektan di Pasar dan Pusat Perbelanjaan
PTPN V Bantu Dana Perbaikan Jalan Desa Pendalian, Masyarakat: Seperti Air di Padang Pasir
APBD Perubahan Provinsi Riau Disahkan Rp 8,7 Triliun