Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Organisasi Internasional Mediasi (IOMed) Resmi Didirikan di Hong Kong, Menjadi Tonggak Baru dalam Penyelesaian Sengketa Internasional
HONG KONG SAR - Mediasi internasional mencatat tonggak penting baru-baru ini, dengan pendirian Organisasi Internasional untuk Mediasi (IOMed) pada 30 Mei 2025 laliu. Berkantor pusat di Hong Kong, IOMed merupakan organisasi hukum internasional antar-pemerintah pertama di dunia yang khusus didedikasikan untuk penggunaan mediasi dalam penyelesaian sengketa internasional.
Lebih dari 80 negara dan sekitar 20 organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengirimkan perwakilan senior ke Hong Kong untuk menyaksikan Upacara Penandatanganan Konvensi tentang Pembentukan Organisasi Internasional untuk Mediasi. Wang Yi, anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok sekaligus Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok, hadir dalam upacara tersebut dan menjadi yang pertama menandatangani Konvensi atas nama China. Sebanyak 33 negara menandatangani Konvensi secara langsung, menjadikan mereka anggota pendiri IOMed.
Dalam sambutannya, Wang Yi menyatakan bahwa IOMed sebagai langkah inovatif dalam penegakan hukum internasional memiliki makna besar dalam sejarah hubungan internasional. Hong Kong dipilih sebagai kantor pusat organisasi ini, karena proses penyerahan kedaulatannya sendiri merupakan kisah sukses penyelesaian sengketa internasional secara damai. Ia menambahkan bahwa keberhasilan prinsip “satu negara, dua sistem” membuka prospek cerah bagi kemakmuran dan stabilitas Hong Kong.
John Lee, Kepala Eksekutif Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas dukungan kuatnya terhadap Hong Kong, serta kepada komunitas internasional atas kepercayaan yang diberikan kepada kota ini.
“IOMed akan menjadi jalur bagi negara-negara - tanpa memandang perbedaan budaya, bahasa, dan sistem hukum - untuk menyelesaikan sengketa internasional dengan landasan saling menghormati dan memahami,” ujar Lee. “Hal ini semakin penting di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.”
Lee menegaskan bahwa IOMed mencerminkan keyakinan bersama bahwa mediasi adalah sarana damai yang efektif untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, sebagaimana diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Lee juga memaparkan keunggulan Hong Kong sebagai “penghubung super” dan “penambah nilai super” yang efektif, serta menyatakan bahwa kota ini akan aktif mendukung peran IOMed dalam menyelesaikan sengketa internasional melalui mediasi.
“Meskipun terjadi gejolak geopolitik, Hong Kong membangun jembatan, bukan tembok,” kata Lee. “Dengan prinsip unik ‘satu negara, dua sistem’, Hong Kong adalah satu-satunya kota dunia yang menikmati keuntungan dari China sekaligus pasar global.
“Kami adalah satu-satunya yurisdiksi hukum umum di China, dan satu-satunya di dunia dengan sistem hukum umum bilingual dalam bahasa Cina dan Inggris. Kami memiliki tradisi kuat atas supremasi hukum, dan pengadilan kami menjalankan kekuasaan yudisial secara independen.”
Dengan sistem hukum yang kuat, efisien, dan terhormat, serta profesional layanan hukum dan penyelesaian sengketa kelas dunia, Hong Kong juga menjadi tempat arbitrase yang paling diminati di kawasan Asia-Pasifik.
Kantor pusat IOMed akan berlokasi di bekas gedung Kantor Polisi Wan Chai, setelah renovasi gedung bersejarah tingkat 2 tersebut selesai.
“Saya senang mengumumkan bahwa kantor ini dapat dibuka sesegera mungkin pada akhir tahun ini,” kata Lee.
“Kami menantikan tidak hanya kedatangan penghuni baru, tetapi juga mendukung mereka dalam membangun jembatan baru menuju masa depan yang lebih terhubung, damai, dan sejahtera melalui mediasi.”
Pada sore harinya, Forum Global tentang Mediasi Internasional membahas berbagai topik seperti mediasi sengketa antarnegara, serta mediasi dalam sengketa investasi dan perdagangan internasional, dan kontribusi yang dapat diberikan oleh IOMed.
Keterangan Foto: Perwakilan dari lebih 30 negara, termasuk China serta negara-negara dari Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Eropa, secara bersama-sama menandatangani Konvensi Pembentukan Organisasi Internasional untuk Mediasi di Hong Kong pada 30 Mei.
.png)

Berita Lainnya
HKSTP Takes Nine Game-Changing AI Tech Ventures to WAIC 2025 to Advance China's AI Plus Vision in Transforming Business and Industry
*Kind + Jugend ASEAN 2025 Kicks Off: Southeast Asia's Premier Trade Show for Maternity, Baby & Kids Products ...
Agridence Transitions to Founder-Led Governance, Secures Global Investment to Accelerate Multi-Commodity Compliance Platform
Huawei and PEA Jointly Release Next-Gen Intelligent Substation Solution
Michelin Ignites the Future of Mobility at "Michelin Beyond Performance" Asia Pacific Media Day 2025
Celebrating 16 Years of FBS: Empowering Traders Worldwide
Jamf named a Leader in the 2026 Gartner Magic Quadrant for Endpoint Management Tools
Coca-Cola: First in Hong Kong in Recycling Plastic Bottles to Create New Ones Leveraging Its Own Facilities
*Kind + Jugend ASEAN 2025 Kicks Off: Southeast Asia's Premier Trade Show for Maternity, Baby & Kids Products ...
GeoTechnologies' Move-to-earn app rapidly gained popularity in Japan has surpassed 23 million downloads worldwide
HepTa Advisory-Labs recognized among the Best Places to Work in France 2024
DFI Retail Group Holdings Limited Half-Year Results For The Six Months Ended 30 June 2025 And Announcement Of Special Dividend