Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Tambang Emas Ilegal di Hulu Kuantan Mengkhwatirkan
TELUK KUANTAN - Aktivitas tambang emas di Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuansing, kondisinya sangat mengkhawatirkan. Aktivitas sangat parah ini tidak kurang dari 6 bulan.
Tidak tanggung-tanggung, tambang emas di Hulu Kuantan terpantau menggunakan alat berat eksavator untuk menggali material tanah yang mengandung butiran-butiran emas.
Adapun desa-desa yang terdampak dari kejinya aktivitas tambang emas Ilegal di Hulu Kuantan itu diantaranya desa Lubuk Ambacang, desa Sungai Alah, dan desa Sampurago.
Ketiga desa tersebut saat ini kondisinya sudah porak poranda oleh aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI), yang tidak kurang dari enam bulan beroperasi di permukiman warga.
"Desa kami sudah hancur. Tidak tau kepada siapa kami harus mengadu. Media pun senyap seakan-akan tidak pernah terjadi kegiatan illegal di desa kami. Semuanya bungkam," kata salah seorang warga Lubuk Ambacang yang diminta tidak menyebutkan namanya.
Kendati beroperasi terlihat di pinggir jalan raya, tampaknya pelaku usaha tambang emas Ilegal tersebut tidak merasa bersalah, dan seperti tidak terjadi apa-apa. Ini semakin menguatkan dugaan kekuatan besar di belakang mereka.
"Saya yakin ada kekuatan besar sebagai pemodal di belakang yang menjadi bekingan mereka, sehingga tidak satupun yang berani bersuara," kata narasumber mengakhiri.
Narasumber juga merincikan jumlah alat berat excavator yang memporak-porandakan beberapa desa di Hulu Kuantan. Diantaranya, di Desa Lubuk Ambacang (Pulau tempurung) ada sekitar 5 unit, Sungai Alah 3 unit, dan Sampurago 1 unit.
Menerima informasi tersebut, aktivis muda Riau, Muhammad Arsyad mengecam keras tindakan para pelaku bisnis ilegal yang merusak lingkungan di beberapa desa di kecamatan Hulu Kuantan itu.
Arsyad menyebut, sekuat apapun bekingan mereka di kegiatan illegal, kalau sudah berhadapan dengan rakyat yang tertindas, mereka tidak akan ada apa-apanya.
Arsyad juga menyoroti kinerja Polsek Hulu Kuantan, maupun Polres Kuansing yang terkesan tutup mata dengan kegiatan illegal tersebut.
"Kalau tidak mampu menghentikan bisnis ilegal di Kuansing, minta bantu lah sama Polda Riau. Jangan seakan-akan kalian tidak tahu sama sekali," ujar aktivis muda Riau itu dikutip dari republikpers.id. ***
.png)

Berita Lainnya
Ansor Banser Enok Bantu Korban Bencana Tanah Longsor di Desa Sungai Ambat
Hima MPI Unisi Bantu Salurkan Paket Sembako dari Hipmi dan PWI Inhil
Pemdes Sialang Panjang Bersama Masyarakat Perbaiki Jalan Lintas
Iwan Taruna Kembali Sumbangkan APD untuk Tim Medis di Puskesmas
PHR Imbau Masyarakat Tidak Beraktivitas di Area Obvitnas
Jum’at Berkah, IWO Inhil Berbagi
Yayasan Vioni Bersaudara Kirim 40 Paket Sembako untuk Masyarakat di Kateman
PKB Inhil Juga Bagikan APD di Puskesmas Keritang, Kemuning dan Sungai Batang
PWI Siak Bagikan Tips Hadapi Oknum Wartawan di Sekolah
PKB Kembali Berbagi Makanan Berbuka Puasa, Kali Ini di Pulau Burung
Ketum PWI Pusat Akhmad Munir Terima Lencana Kehormatan “Jer Basuki Mawa Beya” dari Gubernur Jatim
Bupati Bistaman Cabut Izin Karaoke See You. Tokoh Masyarakat Nilai Sejalan Visi dan Misi Daerah