Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
65 Hotspot Menyala di Tengah Cuaca Ekstrim di Sumatera Hari ini, Satu Titik di Inhu
PEKANBARU, INDOVIZKA. COM- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan kemunculan 65 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Sumatera, Kamis (27/11/2025).
Titik panas tersebut berpotensi mengindikasikan adanya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella R Adelia menyebutkan, titik panas terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan jumlah 32 titik. Kemudian disusul Provinsi Jambi sebanyak 27 titik.
"Terkonfirmasi secara satelit, hari ini terpantau total 65 titik panas di Sumatera. Sumatera Selatan mendominasi dengan 32 titik, Jambi 27 titik, Bangka Belitung 4 titik, Lampung 1 titik, dan Riau hanya 1 titik yang berada di Kabupaten Inhu,” ungkap Bella.
Menurutnya, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan serta mendukung upaya mitigasi karhutla.
“Kami mengimbau semua pihak tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca panas dan minim hujan,” pungkasnya.
BMKG meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor bila menemukan indikasi kebakaran di wilayah sekitarnya.
.png)

Berita Lainnya
Tidak Jelas Arahnya, Warga Pertanyakan Pelayanan Dukcapil Lewat Aplikasi
36 Hotspot Terpantau di Riau Hari Ini, Terbanyak di Dumai dan Bengkalis
BMKG Pantau 103 Hotspot di Sumatera, 7 Titik Ada di Riau
Banjir di Riau Mulai Surut, Ribuan KK Terdampak dan Fasilitas Umum Rusak
PT SAGM Akui Buang Air Perusahaan Turun ke Bawah
Razia Balap Liar dan Knalpot Brong di Pekanbaru, 15 Sepeda Motor Diamankan
Gawat! 50 Hektar Lahan di Rohul Terbakar, Api Sulit Dipadamkan
Bantuan Pemasangan Listrik Gratis Sudah Tahap Verifikasi
17 Ruas Jalan Jadi Target Perbaikan Pemko Pekanbaru di Awal 2026
Kelangkaan kelapa meluas, industri terkena dampak
Makin Macet, U-turn Jalan HR Soebrantas Pekanbaru Ditutup
Disnakertrans Riau Klaim Telah Ungkap Seluruh Kasus Meninggalnya Karyawan PHR