Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Forkopimda Turun Tangan, Persoalan Jalan Balak Engkolan Capai Titik Temu
PELALAWAN,INDOVIZKA.COM– Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pelalawan menghadiri pertemuan antara masyarakat pemilik lahan dan PT AADN terkait penyelesaian persoalan Jalan Alternatif Balak Engkolan. Pertemuan berlangsung di Pondok milik Bapak Moluk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Rabu (28/1/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K, Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, S.H, Wakil Ketua DPRD Pelalawan Baharudin, S.H, M.H, Sekretaris Daerah Pelalawan Tengku Zulfan, S.Sos, Asisten I Setda Pelalawan Drs. H. Zulkifli, Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Rinaldi Parlindungan, S.H, Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP I Gede Yoga Eka Pranata, S.I.K, S.Tr.K, M.H, Camat Pangkalan Kuras Rudiyanto, S.E, serta sejumlah pejabat kecamatan, kelurahan, perwakilan PT AADN, dan masyarakat pemilik lahan.
Sekda Pelalawan, Tengku Zulfan, S.Sos, dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan ini harus segera diselesaikan mengingat izin penggunaan jalan sementara perusahaan di Jalan Datuk Laksamana telah berakhir pada 2 Februari 2025 dan tidak diperpanjang.
“Kita hadir di sini untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan Jalan Alternatif Balak secara tuntas dan tidak berlarut-larut,” ujar Tengku Zulfan.
Wakil Bupati Pelalawan, H. Husni Tamrin, S.H, mengapresiasi kehadiran seluruh pihak dan berharap jalan tersebut tetap dapat dimanfaatkan masyarakat setelah proses penyelesaian ganti rugi dilakukan.
“Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik sehingga masyarakat tetap bisa melewati jalan ini,” katanya.
Sementara itu, Humas PT AADN, Yogi Pratama, menyampaikan bahwa perusahaan telah menetapkan harga ganti rugi final sebesar Rp300 ribu per meter persegi bagi lahan bersertifikat dan Rp250 ribu per meter persegi bagi lahan yang belum bersertifikat.
Namun demikian, perwakilan masyarakat pemilik lahan, Ali, menyampaikan keberatan dan mengaku selama ini komunikasi dengan pihak perusahaan belum berjalan optimal.
“Kami sudah lama membuka komunikasi, tetapi perusahaan jarang hadir untuk bertemu langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Pelalawan, Baharudin, S.H, M.H, menekankan agar penyelesaian pembayaran dilakukan secepat mungkin, mengingat perusahaan telah melakukan investasi cukup besar di wilayah tersebut.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K, juga mengingatkan pihak perusahaan agar menjadikan persoalan ini sebagai bahan evaluasi, termasuk dalam penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Saya berharap perusahaan dapat lebih memperhatikan masyarakat sekitar yang hingga kini masih belum tersentuh program CSR,” tegas Kapolres.
Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati harga tanah sebesar Rp300 ribu per meter persegi, dengan catatan satu pemilik lahan, yakni Ali, masih menyatakan belum sepakat dengan nilai tersebut.
Pembayaran ganti rugi disepakati paling lambat satu hari sebelum bulan Ramadan. Selama proses penyelesaian pembayaran berlangsung, perusahaan tetap diperbolehkan menggunakan Jalan Alternatif Balak Engkolan.
.png)

Berita Lainnya
Dorong UMKM Tumbuh, Abdul Wahid Dengarkan Aspirasi Forum Pedagang Wisata Kuliner
Ketua PKK Kampar : Rubah Sampah Sebagai Sumber Ekonomi Keluarga
Meski Usia Sudah Senja, Sepasang Suami Istri Ucapkan Syahadat di Masjid Raya Annur Provinsi Riau
Sering Ditertibkan, Emperan Toko di Tabek Gadang Masih Dihuni Anak Jalanan
Hasil Pres Realese BPOM RI, Kapolres Kampar Sebut Berkat Pengungkapan Polda Riau Terhadap Agen Pabrik Ilegal dan Tak Berizin
1 Korban Tewas, Pemkab Bengkalis Mediasi Konflik Masyarakat Sakai dan PT Panahatan
Gubri Abdul Wahid Hadiri Kegiatan Penguatan dan Percepatan Pembangunan Daerah PKB
Terekam CCTv, Imam Masjid di Pekanbaru Dianiaya saat Pimpin Salat Subuh
Gubri Bersama Bupati Alfedri Perdana Coba Jalan Tol Pekanbaru-Minas
Dinilai Ada Unsur Kecurangan, Pilkades Desa Belaras Inhil Digugat ke Meja Hijau
Disbun Riau Sosialisasikan dan Verifikasi Peremajaan Kebun Kelapa di Desa Sialang Panjang
Sering Dikeluhkan, DPRD Minta DLHK Pekanbaru Tangani Tumpukan Sampah di Pasar