Pilihan
Viral Video Dugaan Kontes Waria di THM Pekanbaru, PW Hima Persis Riau: Tutup, Jangan Ada Ruang Promosi LGBT di Tanah Melayu!!
PEKANBARU,INDOVIZKA.COM-eredarnya video viral yang diduga menampilkan kontes waria di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM), Kota Pekanbaru, menuai kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PW Hima Persis) Riau.
PW Hima Persis Riau menilai aktivitas tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap norma agama, adat Melayu, serta nilai sosial yang hidup dan dijunjung tinggi oleh masyarakat Riau. Terlebih, Pekanbaru dikenal sebagai kota yang berlandaskan nilai-nilai religius dan kearifan lokal Melayu yang bernafaskan Islam.
“Kami sangat menyayangkan dan mengecam keras adanya dugaan kontes waria di salah satu THM Kota Pekanbaru. Ini bukan sekadar hiburan, tapi bentuk provokasi moral dan degradasi nilai yang tidak boleh dibiarkan tumbuh di Tanah Melayu,” tegas Surya Maryudha, Kabid Politik dan Kebijakan Publik PW Hima Persis Riau dalam pernyataannya, Minggu(1/2/2026)
PW Hima Persis Riau menilai bahwa pembiaran terhadap aktivitas semacam ini menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum terhadap operasional THM yang kerap melanggar batas. Jika dibiarkan, hal ini dikhawatirkan akan menjadi pintu masuk normalisasi perilaku yang bertentangan dengan nilai agama dan adat setempat.
“Tidak boleh ada ruang bagi praktik-praktik yang mengarah pada promosi LGBT di Riau. Ini jelas bertentangan dengan jati diri Melayu yang beradat dan beragama. Pemerintah dan aparat harus tegas, bukan justru tutup mata,” lanjutnya.
PW Hima Persis Riau mendesak Pemerintah Kota Pekanbaru bersama aparat kepolisian untuk segera melakukan penelusuran, memanggil pengelola THM, dan memberikan sanksi tegas hingga penutupan tempat usaha apabila terbukti terjadi pelanggaran.
“Ini bukan soal kebencian, tapi soal menjaga nilai, identitas, dan masa depan daerah. Tanah Melayu harus dijaga dari segala bentuk penyimpangan yang merusak tatanan sosial,” uajarnya.
Apalagi mengingat umat Islam dalam waktu dekat akan memasuki Bulan Suci Ramadhan 1447 H yang jatuh pada Februari ini. Momentum Ramadhan seharusnya menjadi waktu untuk memperkuat nilai spiritual, menjaga kesucian suasana kota, serta menertibkan aktivitas hiburan malam yang berpotensi melanggar norma agama dan aturan yang berlaku.
“Menjelang Ramadhan, sudah seharusnya suasana kota dijaga dengan baik. Tanah Melayu harus bersih dari aktivitas hiburan malam yang melanggar norma, merusak moral, dan mencederai kekhusyukan ibadah umat. Ini bentuk penghormatan terhadap bulan suci dan kearifan lokal yang kita junjung bersama,” tutup aktivis alumni UIN Suska Riau ini.
Kami PW Hima Persis Riau mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan untuk bersatu menjaga marwah Pekanbaru sebagai negeri Melayu dari aktivitas hiburan yang dinilai merusak moral generasi muda.
.png)

Berita Lainnya
Diskusi Kominfo di Kota Dumai, Ajak Komunitas Tekuni Hobi Jadi Cuan Lewat Media Digital
Berkat Lobi Gubri Abdul Wahid, Pemerintah Pusat Akan Bangun Flyover Garuda Sakti
Jokowi Harap Tol Bangkinang - XIII Koto Kampar Tingkatkan Ekonomi Daerah
Bank Sampah Mutiara Siap Dijadikan Proyek Percontohan di Pekanbaru
Polres Pelalawan Gelar Patroli Skala Besar Gabungan TNI, POLRI, Satpol PP, dan Dishub Kabupaten Pelalawan
Dua Plt Kadis Dicopot, Ini Penjelasan Sekda Inhu
Kasus Dugaan Pemerasan Dua Oknum Yang Mengaku Wartawan, IWO: Jangan Tebar Stigma Sesat di Tembilahan
UAS bersama Abdul Wahid-SF Hariyanto, teken komitmen politik
Dewan Tak Sependapat dengan Pemko yang akan Swastanisasi Pasar Cik Puan
Disebut Cabut Laporan Kasus Penebangan 83 Pohon, Ini Kata Dinas PUPR Pekanbaru
Bersama PT BSP, PWI Riau Berbagi Makanan Berbuka Puasa
Terjerat Kasus Korupsi, Oknum Dosen UIN Suska Riau Segera di Sidang