Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Dewan Tak Sependapat dengan Pemko yang akan Swastanisasi Pasar Cik Puan
PEKANBARU (INDOVIZKA) - DPRD Kota Pekanbaru tidak setuju jika Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan menyerahkan Pasar Cik Puan kepada pihak ketiga atau swastanisasi.
"Tidak sependapat jika Pasar Cik Puan diserahkan kepada pihak ketiga. Boleh diserahkan ke pihak ketiga tapi harus bisa menjadi pasar tradisional yang modern seperti Pasar Bawah," cakap anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ruslan Tarigan, Kamis (29/4/2021) kemarin.
Lanjut politisi PDI Perjuangan ini, dia mengungkapkan ada hal yang ditakutinya jika Pasar Cik Puan diserahkan kepada pihak ketiga. Salah satunya adalah harga sewa kios yang mahal dan akan menyulitkan pedagang.
"Ini sama saja membunuh pedagang, jangan sampai karena pedagang tak sanggup menyewa kios, para kapitalis-kapitalis bermain," jelasnya.
Mengingat bangunan Pasar Cik Puan tersebut sudah mangkrak selama bertahun-tahun, Ruslan meminta sebelum diserahkan kepada pihak ketiga, Pemko Pekanbaru harus melakukan audit terlebih dahulu untuk mengetahui apakah bangunan tersebut masih layak pakai atau tidak.
"Mana tau sudah mau roboh, jangan tiba-tiba diteruskan tapi tiba-tiba ambruk. Nanti rakyat lagi yang jadi korban, uang digelontorkan sebagaimana dengan amanat undang-undang mensejahterakan rakyat," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera membangun Pasar Cik Puan yang terbengkalai beberapa tahun belakangan. Rencana ini setelah ada kesepakatan penyerahan aset dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
"Insya Allah kita akan segera membentuk tim. Di samping kita secara interaktif serah terima dari Pemprov Riau. Ada beberapa aset Pemprov ke Pemko, begitu juga sebaliknya aset Pemko ke Pemprov, Total semuanya sekitar Rp80 miliar lebih," kata Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT, Selasa (27/4/2021).
Lanjutnya, aset yang dari Pemprov ke Pemko, selain taman, jaringan jalan, kemudian juga bangunan termasuk juga pasar Cik Puan. Sedangkan aset yang dari Pemko ke Pemprov, ada balai budaya yang di Jalan Sudirman.
"Ke depan kita mau segera untuk melakukan penataan pembangunan di Pasar Cik Puan," kata Walikota.
Polanya, lanjutnya, dari awal, Pemko sudah menyampaikan, akan menggunakan investasi dari dunia usaha. Dari pihak ketiga. "Kita berusaha dan berupaya untuk tidak menggunakan dana pemerintah. Baik APBN maupun APBD," jelasnya.
Kata Walikota, dengan pola kerjasama dunia usaha, pihak ketiga. Ini akan lebih minim anggaran di tengah perekonomian yang sulit. "Kalau kita tunggu dana pemerintah tentu ini juga akan lama," jelasnya.
Pembangunan ini akan segera direalisasikan. Kata Walikota, pembangunan akan dimulai sebelum masa jabatannya habis pada tahun depan.
"Ini akan simultan nanti. Tentu kita siapkan semua sesuatu. Mulai kajian pola yang mau kita pakai. Mudah-mudahan, kita rencanakan itu bisa. Setahun ini Insyaallah bisa," jelasnya.
.png)

Berita Lainnya
Lantik dan Ambil Sumpah Pejabat Administrator dan Pengawas, Ini Pesan Azwan
Sekolah Belajar Tatap Muka Wajib Terapkan SOP Prokes
Gubri dan Wagubri Gelar Pertemuan Bersama SKK Migas Sumbagut
Target Internet Masuk Desa, Tahun Ini 42 BTS Bakal Dibangun di Riau
Demokrat Siak Pastikan Tak Ada Kader yang Membelot dari AHY
Pemko Dumai Lakukan Rapid Test Terhadap Pedagang Pasar BSM
Politik Riau Sepekan: Elektabilitas 3 Paslon Pilgubri 2024 Terus Bersaing
Momen PKKMB, PWI Inhil dan Unisi Teken MoU Kemitraan
Berbagai Tantangan di Wilayah Pesisir Inhil Terkait Pelanggaran Hukum Laut
SMSI Riau Terima Dana Hibah Rp500 Juta dari Gubernur Syamsuar
Tekan Inflasi, Pemkab Inhil Gencar Laksanakan Pasar Murah di Setiap Kecamatan
Webinar Kominfo di Rokan Hilir, Ajak Pelajar Positif, Kreatif, dan Aman di Internet