Pilihan
Bantah Tuduhan BOI, Wamenkeu: Fundamental Fiskal Indonesia Tetap Terjaga, Meski Hadapi Dinamika Global
JAKARTA,INDOVIZKA.COM-Dalam agenda Kick Off PINISI di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menegaskan bahwa kekhawatiran pelaku usaha terkait kondisi fiskal dinilai berlebihan. Juda memastikan, fundamental fiskal Indonesia tetap terjaga meskipun menghadapi dinamika global.
"Yang sering ditanyakan dunia usaha, kondisi fiskal kita kuat atau tidak, jebol atau tidak. Ini perlu saya jelaskan, baseline APBN 2026 sudah dirancang dengan berbagai asumsi,” katanya.
Dalam APBN 2026, asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) ditetapkan sebesar US$` 70 per barel dengan target defisit 2,68% terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun, sejak awal Maret terjadi eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak meningkat.
Juda mengungkapkan, harga ICP sempat berada di kisaran US$ 100 per barel. Secara rata-rata, periode Januari hingga awal April mencapai sekitar US$ 77,8 per barel dan kini berada di kisaran US`$ 79–US$ 80 per barel. Kenaikan ini melampaui asumsi APBN dan berpotensi menekan fiskal, terutama melalui peningkatan beban subsidi energi. Meski demikian, pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna menjaga daya beli masyarakat.
“Kalau harga tetap sementara harga keekonomian naik, tentu subsidinya membengkak. Kalau didiamkan, defisit bisa di atas 3%,” ujar Juda.
Ditambahkannya, untuk mengantisipasi risiko tersebut, pemerintah melakukan langkah penyesuaian melalui refocusing atau penajaman belanja negara. Langkah ini bukan sekadar efisiensi, melainkan upaya meningkatkan kualitas belanja agar lebih tepat sasaran.
“Kita tetap menjalankan program prioritas, tapi dengan lebih tajam dan berkualitas,” jelasnya.
Salah satu contoh refocusing dilakukan pada program makan bergizi gratis (MBG), antara lain dengan menghapus pemberian pada hari Sabtu dan masa libur. Kebijakan ini dinilai lebih rasional sekaligus dapat menghemat anggaran dalam jumlah signifikan. Selain itu, pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan, termasuk terhadap penyedia layanan yang tidak memenuhi standar.
Sementara dari sisi penerimaan, pemerintah terus mengoptimalkan potensi pendapatan negara, termasuk memanfaatkan windfall dari kenaikan harga komoditas seperti batu bara dan crude palm oil (CPO). Upaya ini diharapkan dapat menahan pelebaran defisit.
“Berbagai langkah dilakukan, baik pengendalian belanja maupun optimalisasi pendapatan, untuk menjaga defisit tetap terkendali,” pungkas Juda.
Pernyataan tegas Wamenkeu bahwa fundamental fiskal Indonesia tetap terjaga, meskipun menghadapi dinamika global. Hal ini disampaikannya guna membantah tuduhan Barisan Oposisi Indonesia (BOI), yang menyoroti adanya krisis fiskal dan permasalahan ekonomi, serta mengkritisi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
.png)

Berita Lainnya
KBRI Riyadh Imbau WNI Sementara tak ke Makkah dan Madinah
Sadis, Pria Ini Jadi Korban Aplikasi Kencan, Buah Zakarnya Dipotong dan Dimakan Pembunuh
Indonesia Dorong Terwujudnya Perdamaian dan Kurangi Penderitaan Rakyat Gaza
Hari ini, 15 Tahun Tsunami Aceh
Presiden Putin Dipastikan Akan Berkunjung ke Indonesia
Ini Penyebab Suhu Panas Ekstrem Landa Indonesia dan Asia
WHO Tetapkan Status Darurat Internasional Terkait Virus Korona
Tanggal 18 Agustus 2025 ditetapkan Sebagai Cuti Bersama Bukan Libur Nasional YA!
Virus Corona Belum Selesai, Kini Ditemukan Virus Bubonic pada Tupai
Rapat DPR dan Menkum HAM, makin malam makin panas
Kantor Dibom Israel, Aljazirah: Ini Upaya Bungkam Jurnalis
Kunjungan Wapres Gibran Disambut Antusias Warga Rohil, Infrastruktur hingga Pendidikan Jadi Harapan