Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
WHO Tetapkan Status Darurat Internasional Terkait Virus Korona
JANEWA - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah virus korona saat ini dalam status Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC). Keputusan dihasilkan dalam rapat selama lima jam yang dilakukan oleh Komite Darurat WHO pada Kamis 30 Januari 2020.
“Komite sepakat bahwa wabah sekarang memenuhi kriteria untuk status Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional dan mengusulkan saran untuk dikeluarkan sebagai Rekomendasi Sementara,” pernyataan pihak WHO, dikutip Medcom.id, dari situs resminya, Jumat, 31 Januari 2020.
“Komite menekankan bahwa deklarasi PHEIC harus dilihat dalam semangat dukungan dan penghargaan untuk Tiongkok, rakyatnya, dan tindakan yang diambil Tiongkok di garis depan wabah ini. Dengan transparansi itu diharapkan membuahkan keberhasilan,” imbuh pernyataan WHO.
- Owner Almaz Fried Chicken Mengundurkan Diri di Saat Brand Tengah Bermasalah
- 6 Manfaat Rebusan Daun Dibawah Ini Bisa Turunkan Gula Darah
- Dinkes Pekanbaru Anggarkan Layanan Kesehatan Doctor On Call
- Dinkes Inhil Gelar Pembekalan Kesehatan kepada 303 Calon Jama'ah Haji
- Dinkes Inhil Canangkan BIAN se-Kecamatan Tembilahan Hulu
“Sejalan dengan kebutuhan akan solidaritas global, komiter merasa bahwa upaya terkoordinasi global diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah lain di dunia yang mungkin memerlukan dukungan tambahan untuk itu,” sebut pernyataan itu.
Melalui pernyataannya, Komite Darurat menyambut kepemimpinan dan komitmen politik tingkat tertinggi dari otoritas pemerintah Tiongkok. WHO melihat adanya komitmen terhadap transparansi, dan upaya yang dilakukan untuk menyelidiki dan mengendalikan wabah saat ini. Tiongkok dianggap dengan cepat mengidentifikasi virus dan berbagi urutannya, sehingga negara-negara lain dapat mendiagnosisnya dengan cepat dan melindungi diri mereka sendiri, yang mengakibatkan perkembangan pesat alat diagnostik.
Pernyataan WHO itu memuji langkah-langkah yang sangat kuat yang telah diambil negara Tiongkok termasuk kontak setiap hari dengan WHO dan pendekatan multi-sektoral yang komprehensif untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Ini juga telah mengambil langkah-langkah kesehatan masyarakat di kota dan provinsi lain, sedang melakukan studi tentang tingkat keparahan dan penularan virus dan berbagi data dan bahan biologis.
“Alasan utama deklarasi ini bukan karena apa yang terjadi di Tiongkok, tetapi pengaruhnya untuk negara lain,” tutur Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
WHO menambahkan, Tiongkok juga telah sepakat untuk bekerja dengan negara lain yang membutuhkan dukungan mereka. Langkah-langkah yang diambil Tiongkok tidak hanya baik untuk negara itu tetapi juga untuk seluruh dunia.
Pihak Komite juga mengakui bahwa masih banyak yang tidak diketahui, kasus-kasus sekarang telah dilaporkan di lima wilayah WHO dalam satu bulan, dan penularan dari manusia ke manusia telah terjadi di luar Wuhan dan di luar Tiongkok.
Komite Darurat percaya bahwa masih mungkin untuk menghentikan penyebaran virus, asalkan negara-negara memberlakukan langkah-langkah kuat untuk mendeteksi penyakit sejak dini, mengisolasi dan menangani kasus, melacak kontak, dan mempromosikan langkah-langkah jarak sosial yang sepadan dengan risiko. Penting untuk dicatat bahwa ketika situasi terus berevolusi, demikian juga dengan sasaran dan langkah strategis untuk mencegah dan mengurangi penyebaran infeksi.
Data terakhir menunjukkan 171 orang tewas akibat virus korona dan keseluruhan berada di Tiongkok. Sementara virus itu dilaporkan telah menyebabkan 8.236 orang positif terinfeksi.
.png)

Berita Lainnya
Korban Tewas di Gaza Bertambah Jadi 109 Orang
Indonesia Dorong Terwujudnya Perdamaian dan Kurangi Penderitaan Rakyat Gaza
Jokowi Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina
WHO Serukan Pemimpin Negara Hentikan Lockdown untuk Mengatasi Covid-19
Ular Pelangi yang Pemalu Ditemukan untuk Pertama Kalinya
6 Tewas dan 28 Orang Terjebak di Hotel Karantina Corona di China yang Roboh
Resesi Mengancam, Ini Tips Mengatur Keuangan Agar Stabil
Senjata Perang Israel Ditahan Pekerja Pelabuhan Pro-Palestina
Pangeran Arab Saudi Meninggal Diduga Karena Covid-19
Nama Brigjen Mukti Juharsa Disebut dalam Kasus Korupsi Timah, Kuasa Hukum Harvey Moeis Kesultian Beralibi
Aleix Espargaro Juarai MotoGP Inggris 2023
Jokowi Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina