Pilihan
Warga Sungai Ara Keluhkan Dugaan Pencemaran Sungai Kampar, Gatal-gatal Merebak hingga Muntaber
PELALAWAN,INDOVIZKA.COM– Kondisi kesehatan masyarakat Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, mulai memprihatinkan. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir, warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Kampar mengaku diserang penyakit gatal-gatal secara massal. Tidak hanya itu, sejumlah anak juga dilaporkan mengalami muntah dan diare (muntaber). Bahkan, menurut pengakuan warga, seorang anak meninggal dunia setelah mengalami penyakit tersebut.
Fenomena ini memunculkan kekhawatiran adanya penurunan kualitas air Sungai Kampar yang selama ini menjadi sumber kebutuhan masyarakat.
Salah seorang warga, Naldo, mengatakan kondisi air sungai saat ini berubah drastis dibanding sebelumnya. Air terlihat keruh dengan warna menyerupai karat sehingga masyarakat khawatir tidak lagi aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
"Sudah hampir satu bulan masyarakat mengalami gatal-gatal. Air sungai sekarang keruh dan seperti berkarat. Kami meminta Dinas Lingkungan Hidup segera turun mengecek kualitas air agar masyarakat mengetahui apa sebenarnya yang terjadi," kata Naldo.Selasa (28/7/2026)
Kondisi tersebut turut dibenarkan oleh salah seorang bidan desa yang sehari-hari menangani pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, keluhan yang paling banyak diterima berasal dari warga yang tinggal di sepanjang tepian Sungai Kampar.
"Rata-rata keluhan masyarakat yang tinggal di tepi perairan sekarang adalah gatal-gatal. Dugaan kami, kondisi ini berkaitan dengan faktor kualitas air," ujarnya.
Atas kondisi itu, warga meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan segera melakukan pengambilan sampel air dan mengumumkan hasil uji laboratorium secara terbuka kepada masyarakat.
"Kalau memang kualitas air sudah membahayakan, jangan ditutup-tutupi. Masyarakat berhak mengetahui kondisi sebenarnya karena ini menyangkut kesehatan dan keselamatan banyak orang," tegas Naldo.
Selain itu, warga juga menyoroti lambannya respons pemerintah di bidang kesehatan. Mereka berharap Dinas Kesehatan tidak hanya turun setelah masyarakat jatuh sakit, tetapi aktif melakukan deteksi dini, pemeriksaan kesehatan, serta langkah pencegahan sebelum penyakit meluas.
"Jangan menunggu korban bertambah baru bertindak. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat mulai menghadapi ancaman kesehatan, bukan setelah situasi menjadi darurat," tambahnya.
Masyarakat kini menunggu langkah cepat Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk mengusut penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut. Warga mendesak investigasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan adanya faktor-faktor yang memengaruhi kualitas air Sungai Kampar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan terkait laporan warga mengenai dugaan penurunan kualitas air Sungai Kampar serta kaitannya dengan meningkatnya kasus gatal-gatal dan muntaber di Desa Sungai Ara.
.png)

Berita Lainnya
Demi Atasi Banjir, DPRD Pekanbaru Minta Pemerintah Tabrak Aturan Pusat yang Menyulitkan
Ikuti Rapid Test, Seorang TKS Diskes Dumai Positif Covid-19
Bupati Pelalawan Dukung Kerja Sama RSUD Selasih sebagai Rumah Sakit Mitra Utama Pendidikan Fakultas Kedokteran UIR
Disdukpencapil Inhil Jemput Bola Rekam Pembuatan KTP Bagi Siswa-Siswi di Pulau Burung
Dinas PKH Riau Bawa 2.000 Dosis Vaksin untuk Ternak di Kuansing
Sampai Akhir Masa Jabatan, Bupati dan Wabup Inhil Terlihat Kompak
Hotspot di Sumatera Meningkat, Riau Membara 75 Titik
Bahas Tren Games dan E-Sports di Era Digital, Kominfo Gelar Webinar di Bengkalis
Pj Bupati Inhil Pinta Lelang Dipercepat Guna Tingkatkan Capaian Pembangunan
Air Sungai Meluap, Festival Subayang Kampar Ditunda
Massa AMMP Mulai Berkumpul dekat Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman Macet
Hadiri Bukber Siswa Indovizka Futsal Academy, Ini Pesan Pembina YiFi Inhil