BMKG Temukan 5 Hotspot Confidence Tinggi di Pelalawan, Wilayah Kerumutan Menyala Sore ini

Sebaran level confidence titik panas di Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)

PEKANBARU, INDOVIZKA.COM- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 60 titik panas (hotspot) yang tersebar di Provinsi Riau pada Rabu (19/8/2026) sore.

Dari total tersebut, lima titik di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, masuk kategori level confidence tinggi atau berkisar 80–100 persen, sehingga menjadi perhatian dalam pemantauan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data satelit BMKG, sebagian besar hotspot di Riau masih terkonsentrasi di Kabupaten Pelalawan. Wilayah ini mencatat 47 titik panas, jauh lebih banyak dibandingkan kabupaten lainnya.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah mengatakan, dua daerah lain yang juga terdeteksi memiliki hotspot adalah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

"Sedangkan sisanya, sembilan titik ada di Kabupaten Inhu dan empat titik di Kabupaten Inhil," ujar Indah.

BMKG menjelaskan, dari total 60 hotspot tersebut, hanya lima titik yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi sebagai indikasi kuat keberadaan sumber panas.

"Satelit mendeteksi ada lima titik panas dengan level confidence tinggi 80-100 persen di wilayah Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan," tuturnya.

Sementara itu, 55 titik panas lainnya berada pada kategori confidence sedang, yakni berkisar 30–79 persen, yang tersebar di Kabupaten Pelalawan, Inhu dan Inhil.

Secara regional di Pulau Sumatera, Sumatera Selatan masih menjadi provinsi dengan jumlah hotspot paling banyak, yakni 231 titik.

Posisi berikutnya ditempati Kepulauan Bangka Belitung dengan 110 titik, disusul Jambi sebanyak 83 titik, Lampung 73 titik, dan Riau dengan 60 titik.

Sementara provinsi lainnya mencatat jumlah hotspot yang lebih rendah, yakni Aceh 40 titik, Bengkulu 10 titik, Sumatera Barat 4 titik, Kepulauan Riau 4 titik, dan Sumatera Utara 2 titik.

BMKG menegaskan bahwa informasi hotspot bukan berarti telah terjadi kebakaran. Data tersebut merupakan indikator awal yang digunakan untuk mendeteksi adanya sumber panas di permukaan bumi melalui citra satelit.

Semakin tinggi nilai confidence, semakin besar peluang titik panas tersebut berkaitan dengan aktivitas kebakaran sehingga memerlukan verifikasi lapangan oleh instansi terkait.

Karena itu, hotspot dengan level confidence 80–100 persen menjadi prioritas dalam upaya pemantauan dan mitigasi dini karhutla di Riau






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]


Tulis Komentar