Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
400 Merek Dunia Lakukan Boikot Atas Facebook
JAKARTA - Gerakan boikot iklan dari Facebook terus meluas. Nama-nama perusahaan besar dunia yang ikut gerakan ini terus bertambah dari waktu ke waktu.
Kabar terbaru, Lego dan Starbucks memutuskan untuk ikut boikot iklan dari Facebook. Alasannya? Sama dengan banyak perusahaan lain, Lego dan Starbucks juga menganggap Facebook tidak serius mengatasi konten negatif di platform-nya, terutama ujaran kebencian.
Hingga berita ini ditayangkan, ada lebih dari 400 perusahaan yang bergabung dalam Stop Hate for Profit, sebuah gerakan boikot iklan di Facebook akibat konten-konten ujaran kebencian dalam platform tersebut.
Beberapa perusahaan besar yang bergabung dalam gerakan ini adalah sebagai berikut.
- Adidas
- Starbucks
- Coca Cola
- Lego
- Unilever
- Ford
- Honda
- JanSport
- Levis
- Mozilla
- Puma
- Sesame Street
- Vans
- Verizon
- Rakuten
- Hershey
- The North Face
- Dove
- Procter & Gamble (P&G)
Munculnya gelombang untuk melakukan pemberhentian iklan di Facebook menyusul surat terbuka organisasi nirlaba Liga Anti-Fitnah (Anti-Defamation League/ADL) pada 17 Juni 2020, yang meminta perusahaan-perusahaan besar berhenti berbisnis dengan Facebook karena media sosial itu telah jadi ladang kebencian dan hoaks.
Gara-gara hal ini, saham Facebook turun 8,3 persen dan terkoreksi hingga 58 miliar dolar AS dalam perdagangan bursa pada Jumat (26/6), sekaligus menandai kerugian terbesar dalam tiga bulan terakhir.
Kekayaan pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, juga menurun sebesar 7,21 miliar dolar AS atau sekitar Rp 103,5 triliun dalam sehari. Hal tersebut membuat Zuckerberg turun ke posisi empat dalam daftar orang terkaya di dunia, di bawah bos Louis Vuitton Bernard Arnault, pendiri Microsoft Bill Gates, dan CEO Amazon Jeff Bezos.**
.png)

Berita Lainnya
Mantan Sekda Inhil Said Syarifuddin Dilantik Sebagai Widyaswara di BPSDM
Masker Model Baru dari Korea, Bisa Dipakai sambil Makan-Minum
Cara Memulihkan Akun Twitter Ketika Diretas
Realisasi APBD Riau 2020 Rendah Dibanding 2019, Ini Alasannya
Jokowi Target 2.000.000 Unit Kendaraan Listrik Digunakan Masyarakat pada 2025
Daftar Panjang Penipuan Investasi Berkedok Robot Trading, 100 Situs Ini Diblokir
RI Mau Bangun Stasiun Charger Mobil Listrik Sampai Kecamatan
Pengumuman! Mulai September, Penguna Android Jadul Tidak Bisa Akses Google
Cara Membuat Barcode Sendiri
Sertifikat Elektronik Jadi Pendorong Kemajuan Ekosistem Digital
Skema Gaji dan Tunjangan Dirombak, Penghasilan PNS Dijamin Tidak Akan Turun
Simak, Begini Etika Berkomunikasi di Medsos Agar Tak Terjerat Pidana