Pilihan
Semburan Gas dan Lumpur di Pekanbaru Dikhawatirkan Seperti Lapindo
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Semburan gas yang bercampur dengan lumpur akibat pembuatan sumur bor di komplek Yayasan Al Ikhsan Boarding School Jalan Tujuh Puluh, Tenayan Raya, Pekanbaru tampak semakin parah.
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri langsung turun ke lapangan guna meninjau kondisi terkini. Dia mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran tersendiri bahwa kejadian tersebut sama hal nya seperti lumpur Lapindo yang terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur.
"Kita takutnya ini seperti Lapindo. Mudah-mudahan nggak," cakapnya, Jumat (5/2/2021).
Guna mengantisipasi hal terburuk yang bisa saja terjadi dengan tiba-tiba, politisi Demokrat ini meminta Pemerintah Kota (Pemko) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera mencari solusi untuk bencana ini.
"Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat dampak yang ditimbulkan sangat luas, bukan hanya berbahaya bagi masyarakat sekitar tetapi juga dapat berdampak pada lingkungan," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya melalui Kapolsek Tenayan Raya AKP Manapar Situmeang mengatakan, kejadian diketahui berawal dari informasi warga adanya gas bumi yang muncul dari tanah akibat pembuatan sumur bor.
VIDEO: Gas Bumi Menyembur di Komplek Yayasan Al Ikhsan Pekanbaru
Setelah mendapat informasi tersebut, petugas kepolisian langsung mendatangi TKP untuk melakukan pemeriksaan atas informasi dari warga tersebut.
"Saat sampai di TKP petugas langsung melakukan wawancara kepada pekerja dan menerangkan bahwa penggalian sumur bor mulai dilakukan pengeboran di lokasi Yayasan Al Ikhwan Bording School yang berada di Jalan Tujuh Puluh hari Selasa 3 Februari 2021," kata Manapar.
Kemudian keesokan harinya tepat pada Rabu 3 Februari 2021, pengeboran sumur bor dilanjutkan untuk menemukan sumber air, namun belum menemukan sumber air tersebut.
"Pada hari ke 3 tepatnya hari Kamis tanggal 4 Februari 2021 pekerjaan penggalian sumur bor dilanjutkan. Sekira pukul 14.00 WIB, sumur bor tersebut sudah mencapai kedalaman 115 meter dan telah mendapatkan sumber air," lanjutnya.
Setelah itu pekerja melanjutkan mencuci sumur bor tersebut untuk dapat mendapatkan hasil air yang bersih, pada saat mencuci sumur bor tersebut tiba-tiba muncul diperkirakan gas bercampur air menyembur ke atas dan mengeluarkan aroma bau gas.
Langkah yang sudah dilakukan yaitu pemasangan Police Line untuk mengamankan TKP dari kerumunan orang, memasang spanduk larangan mendekat.
.png)

Berita Lainnya
Laka Lantas di Bundaran Songket, Pengendara Motor Tewas
Pasca Polemik di Blora, Ketua MPW Pemuda Pancasila Riau Himbau Jajarannya Menjaga Kondusifitas
Dinas PUPR Pekanbaru Catat Ada 370 Kilometer Jalan Rusak
Kasatlantas Teguh Pimpin Pemadaman di Lahan Terbakar Kuala Kampar
Polda Riau Segera Tingkatkan Kasus SPPD Fiktif di DPRD Rohil ke Penyidikan
DPRD Setujui Kerja Sama Pengelolaan E-Ticketing Ro-Ro Air Putih–Sungai Selari
Dinas PUPR Rohul Gerak Cepat Tangani Sementara Putusnya Jalinprov Riau-Sumut
Wabup Dijadwalkan Hadiri Silaturahmi dan HBH IMKP Pekanbaru
Bupati Zukri Terkejut 50 Unit Mobil Dinas Dipinjampakaikan ke Instansi Vertikal
885 Karung Bawang Ilegal Dimusnahkan, Polres Pelalawan Ungkap Pengiriman 7,5 Ton
Fermadani Siap Wujudkan Puskesmas Di Kemuning Jadi RSUD
Aspekur Minta Program MBG Libatkan UMKM