Pilihan
Bupati Kampar Optimis Stunting Turun Hingga 14 % Tahun 2024
KAMPAR (INDOVIZKA) - Pemerintah Kabupaten Kampar menargetkan penurunan stunting mencapai angka 14 % pada tahun 2024. Target ini sama seperti apa yang ditargetkan oleh pemerintah pusat.
Demikian disampaikan oleh Bupati Kampar H Catur Sugeng Sutanto Datuk Rajo Batuah saat membuka Rembuk Stunting Konvergensi Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Kabupaten Kampar tahun 2021 di Balai Bupati Kampar, Senin (5/4/21).
Hadir pada kesempatan tersebut Forkopimda Kabupaten Kampar, Kepala Bappeda Kabupaten Kampar H Azwan selaku Ketua Panitia dan Tenaga Ahli Kebijakan Publik LGCB-ASR Regional 1 Ditjen Bangda Kementerian Dalam Negeri RI, Fachrurozi.
Tampak juga para kepala organisasi perangkat daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, TP-PKK Kabupaten Kampar, para camat, pimpinan perguruan tinggi, pemuka masyarakat, pemuka agama, kepala desa, pimpinan Puskesmas di lingkup Pemkab Kampar.
Disampaikan Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto bahwa upaya percepatan perbaikan gizi merupakan bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Bupati Kampar menambahkan, penguatan pelaksanaan program nasional tentang stunting ini tercantum dalam peraturan presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, dengan arah kebijakan pembangunan bidang kesehatan adalah meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan ini.
Ia menyampaikan, saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi anak kerdil atau disebut dengan istilah stunting yang tinggi. Sehingga Presiden dan Wakil Presiden telah berkomitmen untuk memimpin langsung upaya percepatan penurunan angka prevalensi stunting agar penurunannya dapat terjadi secara merata.
Berdasarkan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Nomor : Kep 42/M.PPN/HK/04/2020, Kabupaten Kampar ditetapkan sebagai Kabupaten untuk melakukan intervensi penanganan stunting di tahun 2021 bersama 260 kabupaten/kota lainnya.
Dengan adanya penetapan konvergensi tersebut Kabupaten Kampar telah melaksanakan intervensi stunting baik intervensi gizi spesifik maupun intervensi gizi sensitive selama 3 (tiga) tahun yang dimulai sejak ditetapkan Kabupaten Kampar sebagai lokasi fokus stunting pada tahun 2019. Pada tahun 2019 ditetapkan 10 desa lokus setelah di intervensi terjadi penurunan 7 desa sedangkan pada tahun 2020 ditetapkan 16 desa lokus dan terjadi penurunan 10 desa.
Pada kesempatan tersebut Bupati mengharapkan kepada Kepala Perangkat Daerah, Camat, Kepala Puskesmas, dan Kepala Desa untuk dapat berkontribusi dalam konvergensi pencegahan dan penanggulangan stunting.
"Konvergensi merupakan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama mensasar kelompok sasaran prioritas untuk mencegah stunting," ujar bupati.
Ditegaskan Bupati bahwa koordinasi dan sinergitas antar sektor ini sangatlah penting sebagai upaya membangun komitmen percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kampar.
Bupati Kampar yakin target penurunan stunting 14 % tahun 2024 ini akan tercapai dengan baik. "Saya minta kepada seluruh instansi terkait agar segera melakukan konvergensi pencegahan dan penanggulangan stunting sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing perangkat daerah," cakap bupati.
Tenaga Ahli Kebijakan Publik LGCB-ASR REG-1 Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri Fachrurozi selaku narasumber menyampaikan materi tentang Meningkatkan kualitas rembuk stunting untuk memperkuat konvergensi penurunan stunting di Kabupaten Kampar.
Narasumber lainnya Kepala dinas kesehatan H Dedy Sambudi menyampaikan ekpose tentang intervensi stunting di Kabupaten Kampar. Banyak instansi dan pihak yang terlibat dalam kegiatan intervensi stunting ini.
Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Kampar H Azwan selaku Ketua Panitia pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa gerakan nasional percepatan perbaikan
gizi difokuskan pada 1000 hari pertama kehidupan atau 1000 hpk, melalui pendekatan multi sektoral dan berbasis bukti.
.png)

Berita Lainnya
Polres dan KKSS Inhil Gelar Vaksinasi Tahap 1 di Sungai Guntung
Pangdam I/BB Berkunjung ke Kampar, Ucapkan Terima Kasih ke Babinsa
Keren, di PRIME PARK Hotel Tamu Bisa Chek-in Sendiri
Sampai Bulan Oktober 2025 Imigrasi Kalbar hasilkan PNBP sebesar 74,3 Milyar
5 orang komisioner Bawaslu Inhil Periode 2023-2028 Resmi Dilantik
Petugas UPT PAL Dapat Transfer Knowledge Kelola IPAL Pekanbaru
PWI Provinsi Riau Terbitkan Buku Putih Khusus Wartawan Kompeten
Breaking News: Kebakaran Terjadi di Jalan Hangtuah, di Samping Teras Kayu Resto
H. Tantawi Jauhari Resmi Dilantik sebagai Pj Sekda Kabupaten Indragiri Hilir
Menang di PSU, Inilah Pernyataan Bupati Siak Terpilih
Sudah Disegel DLH, Tumpukan Batu Bara di KM 5 Kembali Berasap, Warga Keluhkan Sesak Napas
MPC Pemuda Pancasila Pelalawan Serahkan SK Komando Inti Mahatidana kepada D. Manik