Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Berikut Sekilas Pelalawan dan Sejarah Singkat Nama Kabupaten Pelalawan
PELALAWAN, (INDOVIZKA) - Sejarah Singkat Nama Kabupaten Pelalawan berawal dari nama sebuah kerajaan Pelalawan yang pusat kerajaannya berada di pinggir sungai Kampar. Kerajaan ini berdiri tahun 1761 dan mulai terkenal pada masa pemerintahan Sultan Syed Abdurrahman Fachrudin (1811-1822).
Raja terakhir kerajaan Pelalawan adalah Tengku Besar Kerajaan Pelalawan yang memerintah pada tahun 1940 -1945. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang pembentukan 8 (delapan) Kabupaten/Kota di Propinsi Riau yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri tanggal 12 Oktober 1999 di Jakarta dan Operasional Pemerintah Daerah tanggal 5 Desember 1999, salah satu di antaranya adalah Kabupaten Pelalawan.
Kabupaten ini memiliki luas 13.924,94 Km/2 dan pada awal terbentuknya terdiri atas 4 kecamatan, yaitu kecamatan: Langgam,Pangkalan Kuras, Bunut, dan Kuala Kampar.
Dalam perkembangannya, Kabupaten Pelalawan secara administratif terdiri atas 12 wilayah kecamatan, yang meliputi 106 Desa dan 12 Kelurahan. Kecamatan yang belum memliki kelurahan, yaitu Kecamatan Bandar Seikijang dan Bandar Petalangan. Pada tahun 2001 kepala daerah Kabupaten Pelalawan ditunjuk oleh DPRD dengan pasangan H.T Azmun Jaafar dan H. Anas Badrun.
Kemudian bulan Februari 2006, dilakukan pemilihan kepala daerah langsung pertama dengan pasangan terpilih H.T Azmun Jaafar dan Drs H Rustam Efendi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan periode 2006-2012. Pemilukada tahap kedua di Kabupaten Pelalawan dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2012.
Dalam Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pelalawan tanggal 20 Februari 2012 ditetapkan pasangan HM Harris dan Marwan Ibrahim sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan. (*).
.png)

Berita Lainnya
Sultan dari Riau Pernah Menyumbang Rp1 Triliun untuk Indonesia, tapi Bukan Prank
Unik, Orang Tua Beri Nama Bayinya 'Alhamdulillah Rejeki Hari Ini'
55 Tahun Indragiri Hilir 'Menuju New Normal'
Imlek Dilarang 1968 - 1999, Gus Dur Ikut Rayakan Imlek Pertama pada 2000
Kongres V PAN Ricuh, 10 Kader Termasuk Ketua DPD Terluka
Budaya Mengolah Wadai Banjar di Tembilahan Masih Marak
Imlek Dilarang 1968 - 1999, Gus Dur Ikut Rayakan Imlek Pertama pada 2000
RSUD Puri Husada Siapkan Tiga Ruangan Isolasi Virus Corona
Kapolda Riau Mutasi Sejumlah Perwira, Termasuk Kasat Intelkam Polres Kuansing
Ini Identitas Lelaki Yang Ada Di setiap Rumah Makan Minang
Diusia 36 Tahun Wanita ini Sudah Melahirkan 44 Anak Hanya dari Satu Suami
Sultan dari Riau Pernah Menyumbang Rp1 Triliun untuk Indonesia, tapi Bukan Prank