Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Mandi di Galian C Sekitar Pinggir Sungai Kampar, Tengku Faza Belum Ditemukan
BANGKINANG KOTA - Satuan Tugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Pusdalop PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kampar bersama instansi terkait masih melakukan pencaharian korban yang diduga tenggelam di Galian C sekitar pinggir Sungai Kampar.
Demikian disampaikan oleh Kepal Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kampar H Dedi Sambudi saat dikonfirmasi, Kamis (23/12/2021) pagi, dari Bangkinang Kota.
"Satgas gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi korban tenggelam. Korban belum ditemukan," ujar Dedi.
Dijelaskan Kalaksa, bahwa peristiwa orang tenggelam ini sudah dilakukan pencaharian selama Dua (2) hari, tapi masih belum ada perkembangan.
"Lokasi kejadian di Galian C di dusun 01, RT 001/RW 001, desa Batu Belah, kecamatan Kampar, kabupaten Kampar. Waktu kejadian sekitar pukul 17:00 WIB, pada hari Selasa (21/12/2021) sore, kemarin," sebut Dedi yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Kampar.
Menurut Kalaksa, bahwa kronologisnya adalah saat itu korban Tengku Faza Al Farisi (10) mandi bersama seorang temannya pada pukul 17:00 WIB di sekitar galian C yang berada di pinggiran Sungai Kampar.
"Saat asyik mandi, temannya tidak menyadari korban tenggelam," kata Dedi yang akrab disapa Budi.
Selanjutnya, kata Dedi, karena korban tidak kunjung pulang, pihak keluarga mencari korban dan menanyakan keberadaan korban kepada temannya.
Dilanjutkan Dedi, awalnya teman korban tidak memberitahu jika korban tenggelam karena takut kepada keluarga korban dan akhirnya pada pukul 20:00 WIB temannya mengakui kalau mereka mandi di galian C dan korban tenggelam.
"Mendapat berita tersebut, pihak keluarga melaporkan kejadian ini kepada aparat desa dan dinas terkait," imbuh Kalaksa BPBD kabupaten Kampar.
Tengku Faza ini anak dari pasangan bapak Indra dan Santi sampai saat ini belum juga ada berhasil ditemukan oleh Tim yang terdiri dari Satgas TRC Pusdalop PB BPBD dibantu dengan Tagana, aparat desa dan masyarakat setempat.
.png)

Berita Lainnya
Pengantin Sahur Tradisi Unik Masyarakat Pulau Palas Saat Bulan Ramadhan
Kue Bingka Khas Banjar Yang Manis Dan Lezat
Barongko, Makanan Penutup Khas Suku Bugis Banyak Digemari Masyarakat
Pecinta Makanan Pedas, Yuk Cobain Hot Pangsit
Nagoya Resto, Nasi Goreng Dengan Bumbu Rempah Khas Wajib di Coba
Wisata Kolam Pancing di Pulau Palas Juga Sajikan Kuliner
Riau Sumbang 12 Titik Panas di Sumatera
Pengantin Sahur Tradisi Unik Masyarakat Pulau Palas Saat Bulan Ramadhan
Es Kopyor Tepi Laut Indragiri Jadi Destinasi Wisata
Warung Papada'an di Enok Suguhkan Makanan Khas Banjar
Tanpa Pengawet Buatan, Gula Merah Asal Inhil Tembus Pasar Internasional
Sate Agam, Sate yang melegendaris di Inhil