Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Stafsus Erick Thohir Beberkan Manfaat Didapat Petani Ikut Program Makmur
JAKARTA (INDOVIZKA) - Kementerian BUMN menegaskan bahwa petani yang tergabung dalam program Makmur PT Pupuk Indonesia (Persero) mendapatkan banyak manfaat dan keuntungan.
Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan bahwa para petani yang bergabung dalam program Makmur dipastikan mendapat banyak manfaat, mulai dari peningkatan produktivitas maupun penghasilan pertanian.
"Melalui program Makmur, produksinya bisa meningkat, biasanya kita 7 ton per hektar, kalau pakai Makmur bisa 8-9 ton per hektar. Ini berdasarkan beberapa hasil di lapangan yang bisa meningkat menjadi 8-9 ton per hektar," kata Arya di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Kamis (23/12).
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Menteri BUMN Erick Thohir melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali mengimplementasikan program Makmur di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Program yang diluncurkan pada Agustus 2021 akan dilaksanakan di atas lahan seluas 11,6 hektar untuk komoditas padi.
Arya menjelaskan bahwa program Makmur di Rawamerta ini merupakan kolaborasi perdana dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), khususnya dalam menerapkan teknologi pertanian presisi. Anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) ini akan masuk dalam ekosistem Makmur yang sudah ada.
Adapun, program dengan kepanjangan Mari Kita Majukan Usaha Rakyat ini juga merupakan ekosistem yang menghubungkan petani dengan project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, off taker, dan pemerintah daerah.
Ajak Petani Bergabung
Staf Khusus III Menteri BUMN itu pun mengajak para petani yang berada di wilayah Karawang bergabung pada program Makmur Pupuk Indonesia.
Pasalnya, Karawang menjadi salah satu lumbung padi nasional sehingga membutuhkan pendampingan pertanian yang lebih baik.
"Sejak Pak Menteri turun menjadi cepat, kredit usaha rakyat atau KUR cepat sesuai musim tanamnya. Pak Erick juga minta bagaimana petani setelah tanam ketika ada musibah hama ada asuransi, supaya bapak petani tidak rugi, ada Jasindo yang masuk," kata Arya.
Sementara itu, Direktur Produksi Pupuk Indonesia Bob Indiarto mengungkapkan bahwa program Makmur berjalan mulus berkat dukungan para stakeholder yang terlibat dalam ekosistem.
"Hingga hari ini program Makmur telah dilakukan pada 66.371 hektare dan melibatkan 48.404 petani," ujar Bob.
Program Makmur yang berada di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang ini juga didukung PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP) sebagai off taker dan PT Pupuk Kujang Cikampek sebagai project leader, serta PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang akan memenuhi sisi permodalan petani.
.png)

Berita Lainnya
Harga Sawit Melejit, Petani di Kampar Garap Lahan Terbengkalai
3 Ribu UKM di Inhil Bakal Terima Modal Usaha
Erick Thohir Sebut BUMN Bikin Minyak Goreng Bermerek INL, Harga Rp 14 Ribu
Studi Indef: Subsidi Minyak Goreng Kemasan Tidak Tepat Sasaran
BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,5 Persen di 2022
Transaksi Bazar UMKM BBI-BBWI dan Lancang Kuning Carnival Riau Tembus Rp3,08 Miliar
100 Ton Lidi Sawit Riau Terbang ke India dan Pakistan Setiap Bulan
Pemerintah Anggarkan Rp112 Miliar untuk Sertifikasi TKDN Gratis di 2021
Harga Bawang Merah di Inhil Naik Jelang Tahun Baru 2020
Daftar Harga BBM Februari 2022, Pertamina Tetap dan Shell Naik
IPKR Inhil Sebut Tidak Ada Penutupan Pembelian Kelapa di PT Pulau Sambu
Demi Beli Minyak Goreng, Masyarakat Pinjam Uang ke Bank Keliling