Pilihan
Pendapatan Negara di 2021 Tembus Rp2.003 Triliun, Berikut Rincian Sumbernya
JAKARTA (INDOVIZKA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat total pendapatan negara sepanjang tahun 2021 mencapai Rp2.003,1 triliun. Angka ini lebih tinggi dari target dalam pemerintah yakni hanya sebesar Rp1.743,6 triliun.
"Sampai 31 Desember 2021, pendapatan negara mencapai Rp 2003,1 triliun," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (3/1).
Sri Mulyani menjelaskan pendapatan negara tersebut telah melebihi target tahun 2019, saat Indonesia belum terpapar virus corona. Kala itu pendapatan negara hanya mencapai Rp1.960 triliun.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Namun pada tahun 2020 mengalami penurunan karena terdampak pandemi menjadi Rp1.647 triliun. Mengalami kontraksi hingga 16 persen di terhadap capaian di tahun 2019.
Sehingga secara umum, pertumbuhan pendapatan negara di tahun 2021 mengalami peningkatan 21,6 persen. Padahal, kondisi Indonesia pertengahan tahun lalu dihantam varian delta dan ditutup dengan ancaman penyebaran kasus varian omicron.
"Ini recovery dan reborn yang kuat di tengah masih ada pandemi delta dan omicron, tapi kita bisa tumbuh 21,6 persen," kata dia.
Sumber Pendapatan
Sumber-sumber pendapatan tersebut berasal dari penerimaan pajak negara yang sampai 25 Desember telah tembus 103,9 persen. Realisasinya di tahun 2021 mencapai Rp1.277,5 triliun, lebih tinggi dari target pemerintah dalam APBN sebesar Rp1.229,6 triliun.
Pendapatan pabean dan cukai di tahun 2021 terkumpul Rp269 triliun. Capaian ini melebihi target pemerintah sebanyak Rp54 triliun, atau terealisasi 125,1 persen. Pendapatan tersebut juga lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya yang berhasil mengumpulkan Rp213 triliun.
"Dibandingkan masa sebelum Covid-19 pendapatan dari bea dan cukai ini sudah di atas pra Covid," kata dia.
Pendapatan negara dari PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) juga melebihi dari target dalam APBN 2021. Realisasinya di tahun lalu mencapai R 452 triliun dari target Rp298,2 triliun. Capain ini tumbuh 31,5 persen dibandingkan tahun 2020, meskipun masih dalam tantangan yang sama.
"Realisasinya 151,6 persen dari PNBP dalam APBN. Ini lebih tinggi dari sebelum Covid," kata dia mengakhiri.
.png)

Berita Lainnya
Perjuangan Berbuah Manis, Apkasindo : Selamat Datang DBH Sawit
Pemerintah akan Berlakukan HET Minyak Goreng Rp14.000 Mulai Februari 2022
Fitra Riau Rilis Indeks KIA, 7 Daerah di Riau Masuk Kategori Rendah Indeks Keterbukaan Informasi Anggaran
Transaksi Bazar UMKM BBI-BBWI dan Lancang Kuning Carnival Riau Tembus Rp3,08 Miliar
Fundamental Ekonomi Tetap Kuat, Pemerintah Optimistis IHSG Kembali Menguat
Hari Ini, Harga Cabai dan Ayam Potong Kompak Turun di Pekanbaru
Harga Cabe Merah Kembali Naik, Kini Mencapai Rp 150.000/KG
Sandiaga Uno Tertarik Berinvestasi di Inhil
Jelang Puasa dan Lebaran, Stok Bulog di Riau 8.000 Ton
Digitalisasi Koperasi dan UMKM Penting untuk Modernisasi Ekonomi Indonesia
Investasi Masuk Pekanbaru Capai Rp3,096 Triliun
Telkomsel Manjakan Pelanggan dengan Promo Paket Data 10 GB Seharga Rp 22.000