Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Cara Mengatasi Jantung Berdebar dengan Cepat dan Tepat
Jakarta- Mengalami situasi yang bikin gugup dan panik dapat berujung pada jantung berdebar. Bahkan tanpa penyebab yang jelas pun, jantung Anda dapat berdebar.
Jantung manusia berdetak sekitar 36 juta kali dalam setahun. Tak heran, jika Anda sesekali merasa jantung kehilangan iramanya atau berdetak lebih cepat.
Dalam beberapa keadaan, jantung berdebar terjadi akibat hal yang wajar dan tidak perlu Anda khawatirkan. Nah, untuk kasus ini, cara mengatasi jantung berdebar yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:
1. Duduk dan Angkat Kaki Lebih Tinggi dari Jantung
Saat jantung sedang berdebar kencang, Anda dapat memosisikan kaki lebih tinggi dari dada.
Duduk dan ‘gantung’ kaki Anda tinggi dari jantung. Tarik napas dalam dan perlahan; biarkan rongga perut membesar seiring dengan setiap helaan.
Posisi ini bisa membuat Anda sedikit relaks, juga dapat membantu melancarkan peredaran darah. Alhasil, jantung pun dapat menyesuaikan kembali iramanya seperti sedia kala.
2. Lakukan Manuver Valsalva
Untuk mengatasi jantung berdebar kencang, caranya bisa dengan melakukan manuver Valsava. Tekan kedua hidung dan tutup mulut Anda. Cobalah untuk mengeluarkan napas secara perlahan.
Tindakan ini dapat meningkatkan tekanan darah sesaat, dan membantu mengembalikan irama jantung Anda.
3. Minum Air yang Cukup
Jika tubuh mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan, maka detak jantung bisa menjadi lebih kencang.
Dehidrasi menyebabkan ketegangan pada jantung Anda. Jumlah darah yang beredar melalui tubuh, atau volume darah, berkurang saat Anda mengalami dehidrasi. Untuk mengimbanginya, jantung Anda pun akan berdetak lebih cepat.
Karena itu, konsumsilah air putih yang cukup setiap harinya sebagai cara mencegah atau mengatasi jantung berdebar.
4. Kelola stres
Stres dapat menyebabkan jantung berdebar atau deg-degan. Oleh karena itu, mengelola stres dengan baik bisa membantu meredakan keluhan jantung berdebar yang Anda alami.
Sensasi berdebar atau palpitasi dapat menjadi cara tubuh untuk ‘memberitahu’ bahwa level stres Anda sudah di atas rata-rata.
Untuk itu, cobalah luangkan waktu setidaknya 30 menit per hari untuk menenangkan pikiran Anda. Misal, dengan bermeditasi, melakukan latihan pernapasan dalam (deep breathing), atau lainnya.
5. Cukup Tidur
Kelelahan dapat menjadi faktor pencetus jantung berdebar. Oleh karena itu, menyesuaikan jam tidur Anda bisa menjadi salah satu cara mengatasi jantung berdebar.
Rata-rata orang dewasa dianjurkan untuk tidur malam selama 7 hingga 8 jam. Sedangkan balita butuh tidur selama 9 sampai 10 jam.
6. Perhatikan Obat-obatan yang Dikonsumsi
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan jantung berdebar. Contohnya, beberapa jenis obat asma, beberapa kategori obat alergi, dan beberapa obat diet.
Jika Anda ingin menghindari jantung berdebar, hindari konsumsi obat-obatan tersebut secara sembarangan.
Lebih baik konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter untuk mengetahui dosis yang paling tepat, sehingga risiko efek samping jantung berdebar dapat diminimalkan.
7. Hindari cafein
Apakah Anda pernah mengalami jantung berdebar atau deg-degan setelah minum kopi?
Perlu diketahui bahwa kafein yang terkandung di dalam kopi, teh, dan minuman berenergi dapat memicu jantung berdebar. Risiko ini bisa makin tinggi apabila sedari awal Anda punya tubuh yang sensitif.
Anda bisa coba kurangi konsumsi kafein sebagai salah satu cara menghilangkan jantung berdebar atau deg-degan.
8. Olahraga secara Rutin
Yoga, taichi, atau gerakan peregangan merupakan beberapa jenis olahraga yang dapat membantu mengoptimalkan kesehatan fisik dan mental.
Lakukan kegiatan tersebut sambil mengatur napas. Konsentrasikan pikiran Anda terhadap napas, saat menghirup dan mengembuskannya. Detak jantung Anda pun akan perlahan kembali ke normal.
9. Jangan Tunda Memeriksakan Diri ke Dokter
Tips yang telah disebutkan di atas mungkin kurang efektif apabila kondisi Anda didasari oleh penyakit tertentu.
Segeralah periksakan diri ke dokter jika keluhan berdebar sering terjadi, disertai berbagai gejala lain seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, dan penurunan kesadaran.
Faktanya, jantung berdebar yang tidak kunjung membaik dan disertai gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya penyakit yang lebih serius.
Langsung saja berkonsultasi ke dokter secara online apabila Anda memiliki pertanyaan mengenai kondisi jantung berdebar. Pastikan pula Anda mengunduh aplikasi KlikDokter, agar tidak ketinggalan fakta kesehatan lainnya.
Untuk memantau kesehatan jantung, Anda dapat menggunakan Health Tools Cek Gejala Penyakit Jantung.
.png)

Berita Lainnya
Pemerintah Sudah Siapkan Obat Hingga Fasilitas Kesehatan Hadapi Varian Omicron
Satgas Covid-19 Investigasi Sumber Penularan Kasus Omicron Pertama di Indonesia
Tim Penegakan Disiplin Covid-19 Awasi Ketat Pelabuhan Pelindo Tembilahan
Penanganan Covid-19 di Indonesia Terbantu Peran Telemedicine
Vaksin Booster Gratis untuk Peserta BPJS Kesehatan, Simak Syarat Mendapatkannya
Prevalensi Stunting di Desa Catur Karya Tunjukkan Fluktuasi
Menkes: 60 Persen Pasien Omicron Bergejala Berat Masuk RS Belum Vaksinasi
Satu Anggota Polisi Positif Corona, Rekan se-Polres Jalani Rapid Test
Update Covid-19 Riau: Bertambah 145 Kasus, 66 Sembuh dan 5 Pasien Meninggal Dunia
Antisipasi Omicron, Airlangga Perkuat Penanganan Hulu dan Hilir
Hari Ini, Hasil Swab Tenggorokan Warga Pulau Burung Keluar
Suspect Corona, Warga Asal Inhu Dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan