Pilihan
Kuker ke Sungai Batang, Erwin Dimas Lihat Potensi Tinggi di Inhil
Kuker ke Sungai Batang, Erwin Dimas Lihat Potensi Tinggi di Inhil
INHIL,- Staf Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Erwin Dimas SE, DEA, MSi, melakukan kunjungan kerja (Kuker) di Desa Benteng, Kecamatan Sungai Batang, Rabu (7/6/22).
Camat Sungai Batang Hardiansyah mengungkapkan bahwa kehadiran Staf Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Erwin Dimas SE, DEA, MSi, bersama rombongan ke Kecamatan Sungai Batang bagaikan mimpi.
"Alhamdulillah, kedatangan pak Erwin ke tempat kami adalah suatu hal yang sangat luar biasa, kami seperti mimpi, dengan kedatangannya ini tentunya kami berharap apa yang menjadi masalah buat kami, kendala buat kami, akan ada jalan keluarnya," ucap Camat Sungai Batang.
Ia mengatakan hal yang paling utama adalah masalah dalam pembangunan, penataan pembangunan trio tata air jadi hal utama bagi pihaknya. Karena, menurut Hardiansyah, wilayahnya adalah kawasan pertanian dan perkebunan.
"Ketika trio tata airnya bagus, terencana, dan terbangun kami yakin hambatan dan panen gagal selama ini tidak akan terulang lagi. Hari ini kendalanya persawahan kami sering tenggelam, karena ketika hari hujan, 1 jam hujan, maka satu Minggu air tidak lancar keluar, hambatan hama keong sampai saat ini masih diswadayakan oleh kelompok tani gotong royong bersama hingga masih bisa diatasi," ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Pertanian Republik Indonesia Dr, Saefudin. S.P. M.Si mengatakan bahwa pada prinsipnya tugas dari pemerintah, khususnya Bappenas sebagai Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) harus melihat kondisi dilapangan, juga bermitra dengan biro perencanaan dan pertanian serta Pemda setempat.
"Tadi sudah banyak mendengar, melihat, dan bahkan berupaya untuk mencermati dengan baik, memang permasalahan pembangunan kita masih banyak ya, jadi tadi berbicara satu aspek ketahanan pangan, satu aspek perkebunan, banyak hal yang harus di perbaiki ke depan," terangnya.
Ia menambahkan, masalah ini harus dikerjakan secara bersama-sama, yang perlu lagi adalah ditingkatkan koordinasi dan sinergi. Pihaknya berharap, persoalan ini tidak hanya tuntas disini saja, harus ada tindak lanjutnya.
"Harapan dari Bappenas dari pak Erwin, semangat kita turun ke lapangan ini jangan sampai selesai di sini saja, tetapi harus ada koordinasi komunikasi untuk tingkat selanjutnya. Yang lebih penting dari itu adalah, partisipasi dari pihak di luar pemerintahan. Jadi pihak swasta juga ikut andil dalam permasalahan ini, karena kalau di bebankan ke APBN (Anggaran Permodalan Belanja Negara), menurut saya, jangkauan untuk permasalahan ini masih cukup lama, jadi kita butuh semua pihak harus hadir dalam permasalahan ini. Akan tetapi dari Kementan RI melihat, ini bisa diselesaikan, dengan syarat, memang daerah juga serius, tentu butuh waktu untuk menyelesaikan masalah tadi, kelapa dengan industrinya, padi dengan irigasinya dan sebagainya," jelas Dr. Saefudin.
Secara terpisah, Erwin Dimas saat diwawancarai mengungkapkan bahwa rangkaian kunjungannya ke Kabupaten Inhil selama tiga hari ini untuk melihat langsung beberapa tempat yang punya potensi tinggi, yang didampingi oleh pejabat dari pusat yaitu Kementerian Pertanian, dan direktorat yang ada.
"Kemarin saya mengunjungi VCO di Sapat, hari ini mengunjungi sentra pangan di Riau, potensi sangat-sangat besar sekali, tetapi belum tertangani secara maksimal, nah itu saya ajak temen-temen menyaksikan langsung potensi itu, kira-kira merumuskan langkah-langkah kita bagaimana untuk selanjutnya, itu yang saya lakukan dan itu menjadi bahan pertimbangan tinggal follow up bagaimana kesiapan dan desainnya," pungkasnya.
Dalam kunjungannya, Erwin Dimas didampingi oleh beberapa Direktorat Kementerian Pertanian, Kadis Perkebunan Provinsi Riau, Kadis Pertanian Provinsi dan para Kadis Pemda Inhil terkait dan rombongan meninjau langsung ruas jalan Pengalihan Enok - Benteng dan jembatan penghubung serta melihat lahan pertanian di wilayah Desa Mugo Mulyo Kecamatan Sungai Batang.
.png)

Berita Lainnya
Manjakan Konsumen, Alfa Scorpii Pematang Reba Gelar Layanan Service Kunjung Yamaha
Safari Ramadhan, Gubernur Riau Ziarah ke Makam Tuan Guru Sapat
Syahrial Abdi: Pelatihan ASN Adalah Investasi untuk Wujudkan Pembangunan Riau
Kejari Kuansing Raih Empat Penghargaan Terbaik dari Kejati Riau
Sempat Tertutup Longsor, Jalan Riau-Sumbar di Rantau Berangin Kampar Sudah Bisa Dilalui
Bupati Bengkalis Serahkan LKPD Unaudited 2023 ke BPK RI Riau
Riau Usulkan 900 Sekolah Masuk Program Revitalisasi Kemendikdasmen
Original Levi’s® Store SKA Pekanbaru Hadir dengan Tampilan Toko yang Baru
Gelar Syukuran, KPBI Inhil Sembelih 7 Ekor Kambing
Di Pelangiran, Satgas TMMD Kodim 0314/Inhil Bimbing Anak-anak Mengaji
Respon Cepat Pj Bupati Erisman Yahya, Lampu Jalan Sudirman Tembilahan Kembali Menyala
Dituding Sarat Kepentingan, Proses Seleksi Pengurus BRKS Ternyata Lewati Tahapan Ketat