Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Mengenal Penyakit Hidrosefalus yang Renggut Nyawa Bayi di Inhil Sebelum Lahir
PEKANBARU - Baru-baru ini, masyarakat Provinsi Riau, khususnya di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dihebohkan dengan nasib tragis menimpa pasangan suami istri Nova Hidayanti dan Khaidir usai proses persalinan di Puskesmas Gajah Mada, Tembilahan pada Jumat (26/8/2022) lalu.
Diketahui bayi yang dilahirkan Nova dalam kondisi tidak utuh alias putus bagian kepala setelah ditangani oleh pihak Puskesmas Gajah Mada. Peristiwa memilukan tersebut disaksikan langsung oleh sang suami yang saat mendampingi persalinan istrinya.
Kuasa Hukum pihak keluarga korban, Hendri Irawan memaklumi kejadian tersebut bukanlah hal sengaja yang dilakukan pihak medis. Terlebih kondisi bayi memang sudah mengalami kelainan (sungsang) serta alami hidrosefalus sejak dalam kandungan.
Pihak Puskesmas pun menyatakan, bayi tersebut telah meninggal dunia sekitar 2-3 hari sebelum dilahirkan atau masih dalam kandungan, sehingga badan bayi menjadi lunak. Lalu apa sebenarnya penyakit hidrosefalus itu?
Melansir detik.com, hidrosefalus merupakan kondisi penumpukan cairan serebrospinal (CSF) did dalam atau di sekitar otak yang menyebabkan peregangan jaringan otak secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.
Hidrosefalus juga menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan cairan yang mengakibatkan kepala membesar dan meningkatkan tekanan di sekitar otak.
Hidrosefalus kongenital dapat bersifat genetik atau disebabkan oleh hal lain yang terjadi selama kehamilan. Hidrosefalus pada janin juga bisa dipicu infeksi toksoplasma, kekurangan asam folat atau infeksi lain pada ibu saat kehamilan.(*)
.png)

Berita Lainnya
Gubri Dorong Perkembangan Ekonomi Syariah Melalui Bank Riau Kepri
Bupati Bengkalis Kasmarni Hadiri Festival Bakar Tongkang di Bagan Siapi-Api
Tol Pekanbaru-Bangkinang Bakal Dibuka Gratis Satu Pekan Sebelum Lebaran
Meski Uang Zakat Rp1,1 M Dikembalikan, Mantan Bendahara Bapenda Riau akan Diberi Sanksi Berat
Menjelang Ramadan, 1.300 Penceramah di Pekanbaru akan Divaksin
TEBAR SEMANGAT NASIONALISME, DINAS PERHUBUNGAN BENGKALIS LAKUKAN PEMBAGIAN BENDERA MERAH PUTIH DI BERBAGAI TITIK
Kejari Pekanbaru Terima SPDP Bripda AP, Pelaku Penembakan Teman Kencan
Hasil Survei LSI Terbaru Paslon Gubernur Riau Abdul Wahid-SF Hariyanto Melaju di Angka 45,5 Persen, Nawaitu Stagnan dan Suwai Terjun bebas
Disdukcapil Inhil Jemput Bola, Ratusan Warga Desa Sialang Panjang Rekam e-KTP
Disnakertrans Riau Buka Seleksi Magang ke Jepang, Disediakan Modal Usaha Rp70 Juta
Fauzi Hasan Berhasil Bawa PAN Meranti Dua Kali jadi Parpol Pemenang Pileg
Gubernur Riau Usulkan Program Pembangunan Infrastruktur ke Komisi V DPR RI