Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Deretan Penyakit ini Sering Muncul di Musim Pancaroba, Nomor 5 Mematikan
PEKANBARU - Saat ini kondisi cuaca tengah tak menentu, atau biasa dikenal dengan musim pancaroba yang merupakan masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, seperti yang terjadi di Provinsi Riau, khususnya di Kota Pekanbaru yang terkadang panas terik dan tiba-tiba diguyur hujan deras.
Musim ini juga dikaitkan dengan datangnya sejumlah penyakit karena menurunnya dayan tahan tubuh akibat kondisi cuaca yang berubah-ubah seketika. Lalu, apa saja penyakit yang datang saat musim pancaroba?
Dilansir hellosehat.com, ada beberapa penyakit yang rentan menyerang saat musim pancaroba seiring menurunnya daya tahan tubuh.
1. Batuk Pilek
Batuk pilek atau flu, sering muncul saat musim pancaroba. Hal ini karena berkembangnya virus influenza dan rhinovirus. Penyakit ini ditandai dengan gejala pilek disertai batuk, hidung tersumbat, bersin, meriang dan demam.
Perubahan cuaca mendadak, dan aktivitas di luar rumah serta berkumpul dengan orang banyak mnejadi penyakit ini mudah menyebar. Penggunaan masker sangat dianjurkan, selain untuk melindungi diri, juga mencegah penyakit ini menyebar.
2. Sakit Kepala
Menurunnya tekanan udara dan meningkatnya kelembaban udara secara mendadak juga dapat memicu terjadinya sakit kepala, dan yang paling sering terjadi adalah migrain atau sakit kepala sebelah.
Penyakit ini muncul, juga disebabkan cuaca dingin yang ekstrim atau panas yang sangat terik, hingga memicu ketidakstabilan kimiawi dalam otak yang akhirnya menimbulkan sakit kepala.
Suhu yang terlalu dingin juga membuat pembuluh darah menyempit dan menghambat aliran darah ke otak. Hal ini juga kerap menyebabkan sakit kepala.
3. Sakit Mata
Sakit mata alias konjungtivitis terjadi akibat peradangan atau infeksi pada selaput transparan yang melapisi kelopak mata dan bagian putih mata. Akibatnya, mata jadi terasa gatal, tampak kemerahan, selalu berair dan lebih mudah mengeluarkan kotoran.
4. Asma
Serangan asma terjadi karena saluran udara mengalami peradangan, dan penyakit ini juga sering muncul saat musim pancaroba seperti sekarang ini. Ketika suhu sekitar rendah, udara dingin yang masuk ke saluran udara juga menjadi lebih dingin.
Hal ini diperparah terutama jika melakukan aktivitas berat atau berolahraga di ruang terbuka. Pertukaran udara yang cepat saat beraktivitas berat menyebabkan udara tidak dapat dihangatkan terlebih dahulu. Ini bisa meningkatkan risiko inflamasi yang diakibatkan udara dingin.
5. Demam Berdarah
Demam berdarah yang disebabkan dari nyamuk Aedes ini merupakan penyakit yang juga rentan muncul saat musim pancaroba. Saat musim hujan, suhu udara turun menyebabkan lingkungan menjadi lebih lembap.
Genangan air pun terbentuk di mana-mana akibat hujan, hal ini menjadi tempat bersarang dan berkembangbiaknya nyamuk aedes. Akibatnya, penularan DBD pun lebih mudah terjadi di musim pancaroba.(*)
.png)

Berita Lainnya
Kabar Gembira, 1 Orang Positif Covid-19 di Inhil Dinyatakan Sembuh
Puskesmas Tembilahan Kota Langsungkan Pencanangan Imunisasi HPV di SDN 023
Harga Tes PCR Turun Jadi Rp 275 Ribu, Laboratorium yang Nakal Terancam Ditutup
Mengenal Omicron, Varian Baru Covid-19 yang 500 Persen Lebih Menular
Kasus Covid-19 Meningkat, Riau Masuk Lima Besar
Ini Daftar Imunisasi Wajib untuk Bayi
Tertular dari Suami, Positif Corona di Riau Naik Jadi 36 Kasus
Evaluasi Stunting, Pemkab Inhil Luncurkan Program ILP
Dinkes Riau Bantah 2 Warga Riau Meninggal Usai di Vaksin COVID-19
Kemenkes: Kita Tidak Pernah Tahu Apakah Omicron Jadi Varian Terakhir
Tiga Warga Dinyatakan Positif, Inhil Tambah Daftar Panjang Kasus Covid-19
Ini Syarat Jika Ingin Bepergian ke Luar Kota Saat New Normal